Selasa, 19 Februari 2013

Terjemahan M.Taslim Ali

Beberapa sajak ini diterjemahkan oleh M.Taslim Ali (1961)

Lima Pelor
sajak Anatoli Sofronow

Pada musuh kulepas pelor pertama;
Pelor,kecap darahnya,
Agar Dnjepr-ku sayang dan bumi,inangku,
Berbalas dendamnya,setapak demi setapak

pelorku kedua,-dari bunda asalnya
pembalas siksa ia derita
Kembali aku nanti,ibu tak ada lagi
Rombongan bedebah telah pukul ia mati

;agi sebuah pelor-dari kakakku perempuan
Pembalas kekejaman berlaku  atasnya 
Mereka seret kakakku ke pinggir sungai Dnjepr
Mereka perkosa dengan kejamnya

Pembalas temanku,pelor keempat kulepas,
Ia berjuang di sampingku di Selatan.
O,tangan,tetaplah engkau! Melayanglah pelorku
Balaskan bagiku ajalnya dini saat.

Pelor terakhir penembak mati seorang;
Tepat bersarang di jantung sang fasis,
Pembalaskan tanah air yang kupunya dan jaga
Junjungan hari selama hidupku

Lima pelor kulepas,lalu cepat
Gagang pelor kembali kuisi
Pembuktikan pada musuh di medan perang
Betapa kekal setia-Rusiaku.


Seorang Bapak Rusia Kepada Bapak-bapak Jerman
sajak Pawel Antokolsky

Sekarang kita berdiri di lapang terbuka
Engkau tidak usah balik ke belakang atau menangis
Puteraku pemuda komunis,anakmu seorang fasis
Kesayanganku seorang laki-laki tulen,anakmu algojo
Dalam segala pertempuran,di tengah api berkobar tak putus
Dalm sedu-sedan seluruh manusia
Pemuda berteriak,seribu kali jatuh,seratus kali bangun
Memanggil anakmu bertanggung jawab atas kejahatannya.


Doa
sajak Juljan Tuwim

Tuhan,lepas lonceng mas berkleneng puas
Di dalam hati kami,lepas Polandia membuka
Hamparan di depan kaki kami yang lesu,
Seperti halilintar meretas udara.

Mari kita cuci kediaman bapa kita
Dari kekalahan,sedih dan dosa kita,
Kala mengemasi batu-batu yang pecah.
Biar miskin asal bersih itu rumah

Yang berdiri di pandan perkuburan
Dan pabila bangkit krmbali negeri
Kita,yang seakan bagai mayat terhantar.
Biar ia diperintah kaum yang jujur.

Oleh buruh.Biar rakyat dengan megah
Berdiri di tengah fajar kemerdekaan
Yang baru bersih: Limpahkan ke tangannya
hasil panen dari tetesan jerihnya.

Jangan biar uang berlipat ganda
Bagi mereka yang tidak mau berbagi,
Lempar si berkuasa dari tempat tingginya
Dan lepas si dina menerima warisan.

Beri kami kembali roti Polandia kami
Dan nikmat rasa anggur Polandia:
Apabila kami mati,kuburlah kami
Dalam peti dari pada kayu Polandia.

Dengan sedih dan duka mengabur pandangan,
Kamipun berlutut,di bumi berdoa
Agar mereka yang tinggal dan bertahan
Memaafkan mereka yang melarikan diri.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar