Jumat, 15 Februari 2013

Malam-malam



Rokok dan Kopi



:andreas kharisma



di pukul angin,anwar pergi di pukul angin.

siapa yang merasa dingin? pukul berapa engkau

memaklumatkan keadaan sebagai waktu yang larut-

00.00 atau setelah menempuh hari yang baru,00.01?



aku akan menutup mulut tentang semua batang

yang mulai membakar tubuhnya.yang jika tak di hisap,

cuma terhambur sia sia di lahap angin yang terlalu lapar



detik yang membungkus menit yang membungkus jam

semakin mengertapkan atap rapuh menunda perbincangan

yang termakan cepat lalu.kita mula mula membiasakan

genting genting ramping beringsutan lalu bergaduhan

di tiup angin santer.terus bersitumbukan dengan pembatas

pembatas yang di tempelkan agar menahan angin dingin:

yang berada di dalam dada sebagai rambut.



segelas laut hitam mulai terombang ambing hembusan

dari lubang mirip mulut,kapal kapal di sana semakin berapi,

“itukah alasan mereka di namakan kapal api ?”katamu dengan terus

mencampuri kehendak kosongku.bukankah kita pernah

menemukan bungkus yang mengecap gambar kapal yang

tengah berapi,meski di ganas laut hitam yang semakin manis

ketika malam makin malam.katamu,hitam disini bukan berarti lautan,

namun perasaan perasaan terbuang ketika sms tak dibalas oleh kekasih,

patah hati,dan jenuh dengan semua keadaan yang membentuk rutinitas.



ataucuma kau menuduhku,membawamu menghembus laut hitam

sekadar menggelombangkan pikiran puisi,--bukan,bukan itu.di sini

kita cuma memandang jalan jalan yang memasang berbagai

atribut kehidupan;yang memajang pesona pesona baru wajah perawan

dan memajang kisah hidup kita sebagai teman.



2013

 
Tak Ada yang Mesti Kuat Diingat di Masa Lalu



:ari wibisono

/1/
lekaslah lepas.terlupa dari benak dan bayang yang menjelma pesta trauma di kening saat pagi membuka gorden kamar.segala yang berawal dan berakhir,mesti diulang lagi,kembali menjadi awal semua yang terlalui dengan getir dan juang.tak ubahnya si punguk busuk yang merindukan rembulan perawan.menyanyikan soneta indah di purnama yang terang.sebentar lagi akan muncul warna mati dari alir kali.riak yang tak tenang,menggelombang dan menyiprat sedikit sedikit.kuat kekelaman ini,akan lari dengan tiba tiba,namun akan kembali,juga dengan tiba tiba
/2/
salahkah pikiran? kenangan masa lalu bagai lagu yang mendayu bertalu.setelah usai pembajakan,kini tak ada lagi hiburan.emas Aztec terkutuk itu,merubah diriku melenyapkan tubuh dalam segala keluh tabu.sungguhlah jika kini,tak ada lagi yang mesti kuputar kembali di gramofon itu
/3/
kau selalu bersaksi sebagai tangan kananku.setelah semua ini usai maka marwah yang lumrah akan jadi bagianmu dalam keterkutukan ini.jangan kau tolak,sebelum aku diam merubah wujud jadi bidak,baiknya kau terima dengan senang suka.sebab di hadiah itu,akan ada hula hula dari pantai nyiur gembira.kau akan kesana dengan atau tanpa aku.dan Jeep-mu menjelma puma yang akan mengantarmu,menempuh ribuan kilo menuju pesisir yang semilir.tak ada yang mesti kau tunggu atau menunggu.sudahlah,lebih baik kau terima--
/4/
lahap saja sajak sajakku tentang kampung halamanmu yang memuat cara anak anak kecil menggiring mimpi dan berlari mengejar belah ketupat yang mampu terbang.sedang para gadis gadis di desamu sedang membuat origami angsa dan para amai begitu riuh menjajakan kangkung yang dipetik subuh buta.kau mesti ingat dalam dada,ada kata yang mendaras dirinya sendiri sebagai silabel yang menyatu satu sama lain.tak usah terburu harus lurus.pentingkan saja urusanmu dengan baju baju yang kau impor dari hypermart dan mall di pusat kota.setelah semua kelar,baru ajak pacarmu melewati sebuah waktu dan kunyahlah persahabatan ini dengan tenggak yang lama

2012
 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar