Rokok dan Kopi
:andreas
kharisma
di
pukul angin,anwar pergi di pukul angin.
siapa
yang merasa dingin? pukul berapa engkau
memaklumatkan
keadaan sebagai waktu yang larut-
00.00
atau setelah menempuh hari yang baru,00.01?
aku
akan menutup mulut tentang semua batang
yang
mulai membakar tubuhnya.yang jika tak di hisap,
cuma
terhambur sia sia di lahap angin yang terlalu lapar
detik
yang membungkus menit yang membungkus jam
semakin
mengertapkan atap rapuh menunda perbincangan
yang
termakan cepat lalu.kita mula mula membiasakan
genting
genting ramping beringsutan lalu bergaduhan
di
tiup angin santer.terus bersitumbukan dengan pembatas
pembatas
yang di tempelkan agar menahan angin dingin:
yang
berada di dalam dada sebagai rambut.
segelas
laut hitam mulai terombang ambing hembusan
dari
lubang mirip mulut,kapal kapal di sana semakin berapi,
“itukah
alasan mereka di namakan kapal api ?”katamu dengan terus
mencampuri
kehendak kosongku.bukankah kita pernah
menemukan
bungkus yang mengecap gambar kapal yang
tengah
berapi,meski di ganas laut hitam yang semakin manis
ketika
malam makin malam.katamu,hitam disini bukan berarti lautan,
namun
perasaan perasaan terbuang ketika sms tak dibalas oleh kekasih,
patah
hati,dan jenuh dengan semua keadaan yang membentuk rutinitas.
ataucuma
kau menuduhku,membawamu menghembus laut hitam
sekadar
menggelombangkan pikiran puisi,--bukan,bukan itu.di sini
kita
cuma memandang jalan jalan yang memasang berbagai
atribut
kehidupan;yang memajang pesona pesona baru wajah perawan
dan
memajang kisah hidup kita sebagai teman.
2013
Tak Ada yang
Mesti Kuat Diingat di Masa Lalu
:ari wibisono
/1/
lekaslah lepas.terlupa dari benak dan
bayang yang menjelma pesta trauma di kening saat pagi membuka gorden
kamar.segala yang berawal dan berakhir,mesti diulang lagi,kembali menjadi awal
semua yang terlalui dengan getir dan juang.tak ubahnya si punguk busuk yang
merindukan rembulan perawan.menyanyikan soneta indah di purnama yang
terang.sebentar lagi akan muncul warna mati dari alir kali.riak yang tak
tenang,menggelombang dan menyiprat sedikit sedikit.kuat kekelaman ini,akan lari
dengan tiba tiba,namun akan kembali,juga dengan tiba tiba
/2/
salahkah pikiran? kenangan masa lalu
bagai lagu yang mendayu bertalu.setelah usai pembajakan,kini tak ada lagi
hiburan.emas Aztec terkutuk itu,merubah diriku melenyapkan tubuh dalam segala
keluh tabu.sungguhlah jika kini,tak ada lagi yang mesti kuputar kembali di
gramofon itu
/3/
kau selalu bersaksi sebagai tangan
kananku.setelah semua ini usai maka marwah yang lumrah akan jadi bagianmu dalam
keterkutukan ini.jangan kau tolak,sebelum aku diam merubah wujud jadi bidak,baiknya
kau terima dengan senang suka.sebab di hadiah itu,akan ada hula hula dari
pantai nyiur gembira.kau akan kesana dengan atau tanpa aku.dan Jeep-mu menjelma
puma yang akan mengantarmu,menempuh ribuan kilo menuju pesisir yang semilir.tak
ada yang mesti kau tunggu atau menunggu.sudahlah,lebih baik kau terima--
/4/
lahap saja sajak sajakku tentang kampung
halamanmu yang memuat cara anak anak kecil menggiring mimpi dan berlari
mengejar belah ketupat yang mampu terbang.sedang para gadis gadis di desamu sedang
membuat origami angsa dan para amai begitu riuh menjajakan kangkung yang
dipetik subuh buta.kau mesti ingat dalam dada,ada kata yang mendaras dirinya
sendiri sebagai silabel yang menyatu satu sama lain.tak usah terburu harus
lurus.pentingkan saja urusanmu dengan baju baju yang kau impor dari hypermart
dan mall di pusat kota.setelah semua kelar,baru ajak pacarmu melewati sebuah
waktu dan kunyahlah persahabatan ini dengan tenggak yang lama
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar