Jumat, 15 Februari 2013

Tahun 2011


Jumat Siang



gadis berjalan sendiri di hujan jumat

sesekali angin menyisir rambutnya

melupakan jaman yang di bangun tanpa tanda

berita sampai acara yang mengepung



ia terus membuat jejak dari jalan sendiri

sampai akhirnya hilang di tikam sepi



memasuki lorong-gang kehidupan

seperti menyela untuk sebentar

setelah akhirnya terdengar semayup adzan.



2011




Pemulung dan Warung

digenggamnya sekepal kesunyian.
matanya menatap penuh langit.
berharap cerah segera jawab.
cakrawala menggelitik mega.
pagi telah dia sapa.

lewat karung putih di pundaknya.
lisong yang sudah bukanbaru dihisapnya
dan topi hitam kumal diatas kepalanya.
mengais sampahsampah manusia
di depan rumah elite,kantor dan lapangan.

segera setelah karung terisi sudah
dia kembali ke asal
menukarnya dengan  uang halal
maka,jam siang waktu makan
kau akan menemukanya disini
bersandar dan ditemani kopi.

2011


Batu di Kali

batu manusia yang tahan tinggi.
dan terik menggigir permukaanya
yang hitam pekat terdampar di kali.
adakah ia berduka pada suasana?
sebab dari tadi ia terdiam ditengah arus.

melewati berbagai jaman.
sungguh banyak perjalanan.
riwayat yang takkan mati.
karena maut selalu menghindari
batu-batu di kali.

2011
 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar