Jumat Siang
gadis
berjalan sendiri di hujan jumat
sesekali
angin menyisir rambutnya
melupakan
jaman yang di bangun tanpa tanda
berita
sampai acara yang mengepung
ia
terus membuat jejak dari jalan sendiri
sampai
akhirnya hilang di tikam sepi
memasuki
lorong-gang kehidupan
seperti
menyela untuk sebentar
setelah
akhirnya terdengar semayup adzan.
2011
Pemulung dan Warung
digenggamnya sekepal kesunyian.
matanya menatap penuh langit.
berharap cerah segera jawab.
cakrawala menggelitik mega.
pagi telah dia sapa.
lewat karung putih di pundaknya.
lisong yang sudah bukanbaru dihisapnya
dan topi hitam kumal diatas kepalanya.
mengais sampahsampah manusia
di depan rumah elite,kantor dan lapangan.
segera setelah karung terisi sudah
dia kembali ke asal
menukarnya dengan uang halal
maka,jam siang waktu makan
kau akan menemukanya disini
bersandar dan ditemani kopi.
2011
Batu di Kali
batu manusia yang tahan tinggi.
dan terik menggigir permukaanya
yang hitam pekat terdampar di kali.
adakah ia berduka pada suasana?
sebab dari tadi ia terdiam ditengah arus.
melewati berbagai jaman.
sungguh banyak perjalanan.
riwayat yang takkan mati.
karena maut selalu menghindari
batu-batu di kali.
2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar