saut situmorang
/1/
relief
menempatkan kata terbata
mengukir
tubuh dewa
yang
memenggal kepala berbagai manusia
almanak
almanak tua ditatah di batu batu yang kini
dipertontonkan
di hari minggu saja
setelah
usia melayang ke angkasa tercerabut lini sebuah masa,
tibalah
yang berganti bertandang lahir dari rahim sang kronos
yang
bercinta dengan jam pasir
sebut
saja ia pengutak-atik titik—menjadikan noktah,
sebagai
pengganjal di gigi dan gusi,
sebelum
rambut bob marley tiba di bulan
/2/
o
malam yang berangin,o lautan yang bergolak
birahi
menancap di ubun ubun dan cinta sepasang
berpesta
di ujung terkelam,sisakan desah dan guratan
laut
yang waktu,berkulum gulung menjilami karang
ada
yang menunggu.putri duyung ataukah nimfa?
tak
jelas,mengitari karang setiap waktu,menunggu
calipso
datang untuk saling menanti cinta satu sama lain
menyanyikan
nyanyi nyanyi yang sendiri
tak
kunjung mengusir sepi yang mengendap
bersapa
sunyi,berbilang hening
debur
ombak yang menghantam karang
bagai
desing peluru setelah terkokang
o
lagu lagu,o hati yang paling hilang
gambarkan
tubuh yang paling cawak
telah,telah
sampai diujung ingin yang bergolak
berderaikan
rindu bertemu yang panjang
/3/
benarkah
itu kau,
suara
berat yang mabuk
menghembuskan
bau alkohol
sedang
membaca sebuah sajak cinta?
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar