Jumat, 15 Februari 2013

Laut Berkemelut



saut situmorang

/1/
relief menempatkan kata terbata
mengukir tubuh dewa
yang memenggal kepala berbagai manusia
almanak almanak tua ditatah di batu batu yang kini
dipertontonkan di hari minggu saja
setelah usia melayang ke angkasa tercerabut lini sebuah masa,
tibalah yang berganti bertandang lahir dari rahim sang kronos
yang bercinta dengan jam pasir
sebut saja ia pengutak-atik titik—menjadikan noktah,
sebagai pengganjal di gigi dan gusi,
sebelum rambut bob marley tiba di bulan

/2/
o malam yang berangin,o lautan yang bergolak
birahi menancap di ubun ubun dan cinta sepasang
berpesta di ujung terkelam,sisakan desah dan guratan
laut yang waktu,berkulum gulung menjilami karang
ada yang menunggu.putri duyung ataukah nimfa?
tak jelas,mengitari karang setiap waktu,menunggu
calipso datang untuk saling menanti cinta satu sama lain
menyanyikan nyanyi nyanyi yang sendiri
tak kunjung mengusir sepi yang mengendap
bersapa sunyi,berbilang hening
debur ombak yang menghantam karang
bagai desing peluru setelah terkokang

o lagu lagu,o hati yang paling hilang
gambarkan tubuh yang paling cawak
telah,telah sampai diujung ingin yang bergolak
berderaikan rindu bertemu yang panjang

/3/
benarkah itu kau,
suara berat yang mabuk
menghembuskan bau alkohol
sedang membaca sebuah sajak cinta?

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar