Kamis, 21 Februari 2013

Mengenang Kesedihan dalam Jazz



Mendengarkan Suara Terdalam
untuk jamie cullum dan saya

saya berbicara mengenai hati,bahwa:
bayang-bayang yang tertawa di balik wajah
di riak lembut sungai usia,tampak membosankan.
hari-hari diurai oleh panjang
jalan menaiki hilir,di mana cuma air dari mata
yang terus menerus mengalir.

kita bisa terpeleset di awal cerita:kisah ini,
tak pernaha saya menangkan.yah,dunia memang
terlalu indah,untuk dipegang seorang penyendiri.

pianomu mengalun.bach datang lalu menyeruput kopi.
lepas kemana sayap kami? saya tak begitu mengerti,
ketika kembali menghadapi bayang-bayang sendiri,
mengalir lembut,tanpa keramaian.tanpa perjalanan
tertawa di sudut-sudut tak berbentuk pada arus itu.

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar