Jumat, 01 Februari 2013

Puisi Miskin


Malam Seperti Biasanya



aku menyaksikan hujan berloncatan dari awan hitam.kali ini,anak ayam terdampar di pinggir kota,menciap mencari indukan.ada apa dengan parfum yang dilarungkan udara.terlalu cepat,terlalu cepat,katamu.lubang sampah penuh dengan kertas gambar munir menolak lupa,katanya.sampulnya merah dengan nada yang terus mengingat.lima ratus perak ditelan tangan pengemis kaki buntung yang belum bernyanyi pada kubur perutnya:seharian tak makan.revolusi tampak semakin dekat(2014).panji-panji berpesta di udara,menamakan mereka pembela.acara-acara dikerumuni rencana.semua berkumpul di alun alun. bernyanyi,menari,berkata-kata.saling sapa.tapi kami tak pernah begitu mengenal ketika kopi menarik hidung meneguknya sedikit-sedikit.seperti mengaduk air dengan endapan sirup stroberi.



mobil-mobil saling menjeriti jalanan.suara kucing mengeong dibalik semak,menggamit kakiku yang gatal karena bulu.hari ini masih tersisa sekian sekian sekian rindu yang belum ditemui.petugas damkar tengah asyik berbincang dengan lintingan api tembakau di mulutnya.malam ini seperti biasanya,kfc selalu ramai dengan orang-orang yang terus saja terheran-heran dengan menu makanan dan minumannya.kata perut mereka,’ini amerika!’ seperti biasa mall dipenuhi manusia yang ingin menemukan rasa terbaiknya.seperti sudah terbiasa,pedagang es tung-tung selalu mencari gelas cebol yang ditelan kegelapan.seperti jadi biasa,langkahku berputar seputar alun-alun:melingkar bagai lingkaran di soal-soal matematika. seperti biasa,malam ini juga biasa.tak pernah beralih dari gelap dan nyala lampunya.



ayo kita membalik mereka.siang dijadikan malam.apakah kita akan menjadi bangsa insomnia.seperti para penyair yang memendam getir pada bulu matanya,tanpa pernah memejam karena sebait kopi menari-nari hingga gembira menyambut pagi.siang(yang tadinya malam) akan dipenuhi karyawan kantor yang sibuk dengan rembulan diatas kepala mereka.mengetik dengan software ms.word tanpa pernah sekalipun mengenal ngantuk,sebab kopi selalu menunggu untuk diciumi.kita menemukan burung hantu yang selalu mendengkur di malam(yang tadinya siang).orang-orang berjalan sambil tidur di plaza,mall,kantor camat dan taman kanak-kanak.menunggu peri-peri kecil mengambil gigi yang tak lagi susu.di air kita mengenal hiu,paus,ikan badut,ubur-ubur,cumi-cumi.biarkan mereka menikmati daratan seperti kita menyelami lautan untuk mengintip mereka mandi dan bersetubuh.bagaimana kalau biarkan mereka berenang di air kopi ditambah susu dan krim.perdengarkan musik jazz dan blues.kita nyanyi dengan putri duyung.aku tak mengerti mengapa karang yang berakta dari cap tanda tangan tuhan kita bombardir.rumah adalah tempat yang nyaman untuk bersembunyi.mungkin memang selalu perut yang menggerutu.mengutuk pintu-pintu jadi abu.entah itu pintu sesama atau pintu ikan di lubang karang.mendapati,kita berpesta dengan darah dan dagingnya.



malam ini seperti biasanya.coca-cola dan kacang atom berdiri di depanku.memberi hormat.hirarki.tegas.kuat.tegap.sangat disiplin.memandang channel penuh riuh dan gawang-gawang yang dijagai para manusia bersarung tangan.seperti biasa,selalu bersedia mereka terbunuh gigi dan mengganjal pada gusi.



2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar