Malam Seperti
Biasanya
aku
menyaksikan hujan berloncatan dari awan hitam.kali ini,anak ayam terdampar di
pinggir kota,menciap mencari indukan.ada apa dengan parfum yang dilarungkan
udara.terlalu cepat,terlalu cepat,katamu.lubang sampah penuh dengan kertas
gambar munir menolak lupa,katanya.sampulnya merah dengan nada yang terus
mengingat.lima ratus perak ditelan tangan pengemis kaki buntung yang belum
bernyanyi pada kubur perutnya:seharian tak makan.revolusi tampak semakin dekat(2014).panji-panji
berpesta di udara,menamakan mereka pembela.acara-acara dikerumuni rencana.semua
berkumpul di alun alun. bernyanyi,menari,berkata-kata.saling sapa.tapi kami tak
pernah begitu mengenal ketika kopi menarik hidung meneguknya sedikit-sedikit.seperti
mengaduk air dengan endapan sirup stroberi.
mobil-mobil
saling menjeriti jalanan.suara kucing mengeong dibalik semak,menggamit kakiku
yang gatal karena bulu.hari ini masih tersisa sekian sekian sekian rindu yang
belum ditemui.petugas damkar tengah asyik berbincang dengan lintingan api
tembakau di mulutnya.malam ini seperti biasanya,kfc selalu ramai dengan
orang-orang yang terus saja terheran-heran dengan menu makanan dan minumannya.kata
perut mereka,’ini amerika!’ seperti biasa mall dipenuhi manusia yang ingin
menemukan rasa terbaiknya.seperti sudah terbiasa,pedagang es tung-tung selalu
mencari gelas cebol yang ditelan kegelapan.seperti jadi biasa,langkahku
berputar seputar alun-alun:melingkar bagai lingkaran di soal-soal matematika. seperti
biasa,malam ini juga biasa.tak pernah beralih dari gelap dan nyala lampunya.
ayo
kita membalik mereka.siang dijadikan malam.apakah kita akan menjadi bangsa
insomnia.seperti para penyair yang memendam getir pada bulu matanya,tanpa
pernah memejam karena sebait kopi menari-nari hingga gembira menyambut pagi.siang(yang
tadinya malam) akan dipenuhi karyawan kantor yang sibuk dengan rembulan diatas
kepala mereka.mengetik dengan software ms.word tanpa pernah sekalipun mengenal
ngantuk,sebab kopi selalu menunggu untuk diciumi.kita menemukan burung hantu
yang selalu mendengkur di malam(yang tadinya siang).orang-orang berjalan sambil
tidur di plaza,mall,kantor camat dan taman kanak-kanak.menunggu peri-peri kecil
mengambil gigi yang tak lagi susu.di air kita mengenal hiu,paus,ikan badut,ubur-ubur,cumi-cumi.biarkan
mereka menikmati daratan seperti kita menyelami lautan untuk mengintip mereka
mandi dan bersetubuh.bagaimana kalau biarkan mereka berenang di air kopi
ditambah susu dan krim.perdengarkan musik jazz dan blues.kita nyanyi dengan
putri duyung.aku tak mengerti mengapa karang yang berakta dari cap tanda tangan
tuhan kita bombardir.rumah adalah tempat yang nyaman untuk bersembunyi.mungkin
memang selalu perut yang menggerutu.mengutuk pintu-pintu jadi abu.entah itu
pintu sesama atau pintu ikan di lubang karang.mendapati,kita berpesta dengan
darah dan dagingnya.
malam
ini seperti biasanya.coca-cola dan kacang atom berdiri di depanku.memberi
hormat.hirarki.tegas.kuat.tegap.sangat disiplin.memandang channel penuh riuh
dan gawang-gawang yang dijagai para manusia bersarung tangan.seperti
biasa,selalu bersedia mereka terbunuh gigi dan mengganjal pada gusi.
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar