Sabtu, 16 Februari 2013

Kado Februari

           Saya ingin menulis di blog ini bukan hanya sebuah puisi saja.Tetapi akhirnya puisi-puisilah yang harus mendapatkan haknya untuk berada di blog saya ini.Saya mulai bosan dengan puisi-puisi saya sekarang.Apalagi tidak ada inspirasi untuk menulis puisi di bulan ini.Hanya beberapa puisi yang saya hasilkan di bulan ini,tidak seperti bulan-bulan yang lalu.Lantas saya mulai mencari-cari ide dan alhasil,nihil.Saya tidak menemukan ide apapun.Malah saya mendapat kejutan di bulan Februari ini.Itu adalah puisi yang dibuatkan oleh kekasih saya dulu sewaktu saya masih SMA.Kala itu saya masih sebagai siswa baru yaitu siswa kelas 1 SMA menyukai siswa akhir;siswa kelas 3 SMA.Ia adalah gadis cantik yang mempunyai suara merdu dan sangat suka bernyanyi.Ia juga seksi(hehehe).Dahulu saya merasa sangat beruntung bisa mengencani seorang kakak kelas yang (pokoknya sip;jempol) baik dan secantik dia.Pacar saya itu adalah seseorang yang suka menulis.Ia banyak menulis puisi dan cerpen(memang dia seorang siswa yang memilih jurusan bahasa)Mungkin karena itu saya menggeluti puisi sampai begini(?) Yang jelas saya juga tak mengerti kenapa saya begitu mencintai puisi ketimbang seorang kekasih.Dan inilah puisi yang kekasih saya dulu ciptakan:

Yang telah Usai

Akankah ada kisah yang kau turunkan
Selain air mata kepedihan
dan perih sesal kehancuran
setelah kisah kita yang telah usai?

Kita yang mencoba berdiri
dari kepurukan masa lalu...
mencoba merenggut kembali
kebahagiaan yang sempat memudar

Merajut dan merangkai bersama
mimpi-mimpi baru diatas cinta kita
yang kukira akan selamanya...

Tapi maafkanku cinta...
yang tak bisa buatmu bahagia
yang selalu buatmu kecewa
hingga akhirnya menyisakan luka

Untuk kisah kita yang telah usai...
Tersenyumlah!!! Karna kita pernah bersama,
pernah bahagia,meski hanya sementara...

2009

       Di puisi ini (mantan)kekasih saya menggunakan beberapa perumpamaan khas anak muda.Saya yang dulu tak mengerti apa-apa tentang puisi,sangat menyukai puisi ini.Bahkan saya melagukannya dalam melodi irama yang hanya saya pendam dan hanya saya yang tahu.Kini saya sendiri,saya lebih cinta pada puisi atau saya gila menggilai puisi.Saya tak tahu dan belum menemukan kekasih yang membuat saya nantinya kembali pada rengkuhannya dan menyampingkan puisi agar ia lepas sebentar dari tangan saya,atau mungkin ia dan kekasih saya nantinya berkolaborasi menjadi sajak yang hebat dan meledak!! wow itu khayalan saya,Dan saya masih terus berpuisi meski puisi belum merestui saya menuliskannya atau puisi itu masih bayi,lugu polos(pah-poh) Saya tetap harus menulisnya seperti kekasih saya dahulu yang telah membagi puisi ke dalam diri saya.Walhasil inilah dunia puisi. Dunia yang saling berkomunikasi dengan huruf-hurufnya. Anda mesti sesekali nyemplung ke dunia ini,atau malah terbenam saja dengan saya yang tak begitu mahir merenanginya. Hehehe...maklum,saya masih belajar berenang di dunia puisi ini.

Bagus Burham

Tidak ada komentar:

Posting Komentar