Hidup Adalah Mimpi
Sajak Don Pedro Calderon De La Barca
Kita hidup selagi melihat matahari
Di mana bagai berpadu hidup dan mimpi;
Dan ajaran hidup bagiku,begini:
Manusia memimpikan hidup sendiri
Sampai jiwa dan jasad bercerai.
Raja mimpi: ia raja,lalu hidup
Dalam tipu ia itu seorang raja,
Mengucapkan titah dan memerintah,
Dan puja-puji ia terima,berbubuh
Tulisan angin,yang --habis bertiup--
Sisanya: sedikit debu di jalanan.
Bila sehembus nafas akhir hidup segala,
Di mana letak keuntungan singgasana,
Yang mati pasti punah dan dilupa
Dalam mimpi lainnya yang mati namanya?
Mimpi si kaya tentang harta dan ngeri,
Ngeri oleh takut 'kan punah hartanya;
Si miskin mimpi tentang seba butuhnya
Tentang segala tangis dan serba sangsai;
Mimpi ia yang umurnya meningkat tinggi.
Mimpi ia,yang munafik dan punya prasangka.
Mimpi ia,yang mencaci dan maki lawannya;
Dan aku lihat di seantero dunia ini,
Orang mimpi berdasarkan watak sendiri,
Dan impian sendiri tiada yang tahu,
Dan juga aku mimpi melihat,
Aku mimpi dan diikat dengan rantai,
Dan aku mimpi bahwa deritaku kini
Bersumber pada kemujuran yang lewat.
Apakah hidup? Kisah yang cepat tamat.
Apakah hidup? Suatu kegilaan mendidih,
Suatu bayangan benda-benda khayali;
Dan sebesar-besar baik,kecil hakikatnya,
Bahwa seantero hidup tak ayal mimpi maknanya,
Dan impian itu sendiri adalah suatu mimpi.
(Diterjemahkan oleh M.Taslim Ali tahun 1961)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar