sinar
pagi menempel di kening wajahmu
dua
burung dari sarang bertengger di pagar
cahaya bundar ufuk timur menyambut waktu
membuka mata yang menerobos wajahmu
di langit,langit meski tak
ada yang di sapa
masih
menyisa debam jantung meninggalkan namamu
suara
sepi terganti nyawa-nyawa yang membicarakan usia
lengang
jalan terisi langkah langkah mesin dan manusia
menjurai
gorden yang ditabrak angin sejuk
mendekat
detik detik, menyatu waktu yang rujuk
pohon-pohon
memanggil sebuah asma yang tak kita mengerti
tegak
berlambai ke atas langit,memuja satu yang esa
kita
masih terdekap dalam empuknya keadaan
kita
tak ingin cepat keluar,menghambur lalu pergi
sebab
di wajahmu,kusaksikan segalanya seperti itu lagi
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar