Kamis, 24 Januari 2013

Mencoba Romantis



Serenada Pertama

januari mengalun masuk hingga
tanggal pudar dan kasar
kerikil beringsut di ban-ban yang menjerit,
warna warna berpesta di langit suci.

hujan tertatih
keheningan berpenyamun waktu
merombak gelombang angin
yang menyerak pucuk dedaun

kusaksikan pagi
matahari menaik puncak tinggi
halimun susut
kicau merdu burung melenyut tubuh angka  
jarum gerimis turun
bersembunyi dibalik pohonan

angin dingin mengusap wajah kota
rimba penuh embun
kerjap lampu jalan
deru mobil bergulat dengan ketepatan
kumasih menyimpan bau rambut sampo
wangi tubuhmu mandi sabun

alunan januari
wajahmu membayang mungil,yu
pertama mengucap cinta
yang tadinya masih berahasia dalam arca
dan tatahan di ulu hatiku

pecah,seperti tiga tumpuk piring yang jatuh
menguar bagai langut lembut
bensin siang hari

kita kanak kanak yang renyah
membuat senyum dan permainan
jadi lebih berdebar debam.

cinta itulah bebunga
yang bersemi dalam taman hatimu
cinta itulah ikan ikan
bertingkah kecipak pada kolam hatiku
cinta itulah bola bekel dan kulit kerang
yang pernah kita mainkan dulu

aku ingat kau memilin rambutmu
menjelma sejuta syaraf pada mataku
menerobos kulit kanakmu
semua terbaca dalam detak lonceng kecil di jantungku

kemana engkau,yu?
tahun demi tahun tak melibatkanmu
memudar,lesap tinggal sisa pepasir
yang menyarang di hatiku
membentuk lingkaran merah
yang mengasmakan detak rindu

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar