Serenada Pertama
januari
mengalun masuk hingga
tanggal
pudar dan kasar
kerikil
beringsut di ban-ban yang menjerit,
warna
warna berpesta di langit suci.
hujan
tertatih
keheningan
berpenyamun waktu
merombak
gelombang angin
yang
menyerak pucuk dedaun
kusaksikan
pagi
matahari
menaik puncak tinggi
halimun
susut
kicau
merdu burung melenyut tubuh angka
jarum
gerimis turun
bersembunyi
dibalik pohonan
angin
dingin mengusap wajah kota
rimba
penuh embun
kerjap
lampu jalan
deru
mobil bergulat dengan ketepatan
kumasih
menyimpan bau rambut sampo
wangi
tubuhmu mandi sabun
alunan
januari
wajahmu
membayang mungil,yu
pertama
mengucap cinta
yang
tadinya masih berahasia dalam arca
dan
tatahan di ulu hatiku
pecah,seperti
tiga tumpuk piring yang jatuh
menguar
bagai langut lembut
bensin
siang hari
kita
kanak kanak yang renyah
membuat
senyum dan permainan
jadi
lebih berdebar debam.
cinta
itulah bebunga
yang
bersemi dalam taman hatimu
cinta
itulah ikan ikan
bertingkah
kecipak pada kolam hatiku
cinta
itulah bola bekel dan kulit kerang
yang
pernah kita mainkan dulu
aku
ingat kau memilin rambutmu
menjelma
sejuta syaraf pada mataku
menerobos
kulit kanakmu
semua
terbaca dalam detak lonceng kecil di jantungku
kemana
engkau,yu?
tahun
demi tahun tak melibatkanmu
memudar,lesap
tinggal sisa pepasir
yang
menyarang di hatiku
membentuk
lingkaran merah
yang
mengasmakan detak rindu
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar