Pengisah
Burung-burung
Sebelum
burung kembali paling menuju susunan rumput kering yang di sebut sarang,maka
malam akan bertandang.Menjemput wajah sore yang di tandakan dengan suara azan
ke bentang langit yang terbuka.Beberapa pekik burung nuri sebelum ia mencapai
ujung tak terdengar,bersahutan dengan waktu yang kian tenggelam.Setiap bulu
yang terjatuh di tangkap udara,maka di detik bulunya terpelanting nyaman,itulah
setiap titik dari kalimat tentang burung di tahbiskan.Bagai galib bunyi,yang
bergema seluruh negeri.
Uap
kereta menjalarkan nasib arang yang terbakar oleh tangan berkeringat yang
mengelilingi pediangannya.koak selalu bersiulan di atap rumah yang akan
bertinggalan menitih tangga akhir,sehingga ia melambaikan kartu warna hitam,dan
malaikat,tanpa ia tahu,bertandang.Dari laju yang menempel rel besi waktu yang
pudar tersekat karat,menguning terbanting asing,burung burung akan menilaikan
paruhnya,apakah sama seperti sabit pada tanggal tengah sebuah bulan.Orang yang
mati,akan dipersaksikannya dengan mata hitam ataupun mata yang sedih,hidup dari
pokok yang tertebang,namun penebang mati di tebang usia.Seperti lokomotif yang
mengangkut beban karat dalam tubuhnya,seperti lampu jalan yang tertutup seribu
laron pencari kehangatan,seperti usia itu sendiri yang terus saja menggali dari
tahun tahun yang tak pernah berhenti kecuali di kehendaki Pemiliknya.
Sisa
peperangan adalah kematian.Darah.Mengalir dalam tubuh mesti menjelma sungai
yang mengeluarkan bau.Ketika kau ingin melihat akhir dari peperangan,cuma
dengan mati engkau dapat mengerti.Lalu dari puncak angkasa tiba tiba,selalu
muncul sekawanan hering bengis yang berwajah botak,menotol bangkai bangkai
tumbal ideologi dan kekuasaan.Sampai mesti meninggalkan tanda pada setiap
pencabutan daging daging;belulang yang terbisu sambil tersenyum menghias
gersang.
Cinta
selalu di umpamakan salju.Ia mungkin waktu,yang mendekat semakin.Pada yang jauh
ia merindu.Dan kabarkanlah untuk setiap merpati sepasang yang menahan,saling
tertahan oleh rindu yang di tanam para pengekangnya masing masing,sepasang yang
memilikinya,tak pernah di gariskan bahagia agar di temukan bersatu.Pada tubuh
jinaknya yang penurut,mereka hanya patuh,untuk memperbahagiakan sesuatu yang
lebih berakal.
Pada
cakar yang menangkup rumput terbakar matahari,pada cakar yang menengger pagar
dan ranting ranting bumi,pada cakar yang bertegak dalam hujan hujan waktu dan
detik,pada cakar yang menjerat lunak mangsa di tanah,pada cakar tak berakar.Padanya
ketika ada yang bersarang dan bertelur akan ada pula yang terbangun dan sendiri
berlari mengejari suara dalam sangkar.
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar