Minggu, 13 Januari 2013

Pengisah Burung



Pengisah Burung-burung

Sebelum burung kembali paling menuju susunan rumput kering yang di sebut sarang,maka malam akan bertandang.Menjemput wajah sore yang di tandakan dengan suara azan ke bentang langit yang terbuka.Beberapa pekik burung nuri sebelum ia mencapai ujung tak terdengar,bersahutan dengan waktu yang kian tenggelam.Setiap bulu yang terjatuh di tangkap udara,maka di detik bulunya terpelanting nyaman,itulah setiap titik dari kalimat tentang burung di tahbiskan.Bagai galib bunyi,yang bergema seluruh negeri.

Uap kereta menjalarkan nasib arang yang terbakar oleh tangan berkeringat yang mengelilingi pediangannya.koak selalu bersiulan di atap rumah yang akan bertinggalan menitih tangga akhir,sehingga ia melambaikan kartu warna hitam,dan malaikat,tanpa ia tahu,bertandang.Dari laju yang menempel rel besi waktu yang pudar tersekat karat,menguning terbanting asing,burung burung akan menilaikan paruhnya,apakah sama seperti sabit pada tanggal tengah sebuah bulan.Orang yang mati,akan dipersaksikannya dengan mata hitam ataupun mata yang sedih,hidup dari pokok yang tertebang,namun penebang mati di tebang usia.Seperti lokomotif yang mengangkut beban karat dalam tubuhnya,seperti lampu jalan yang tertutup seribu laron pencari kehangatan,seperti usia itu sendiri yang terus saja menggali dari tahun tahun yang tak pernah berhenti kecuali di kehendaki Pemiliknya.

Sisa peperangan adalah kematian.Darah.Mengalir dalam tubuh mesti menjelma sungai yang mengeluarkan bau.Ketika kau ingin melihat akhir dari peperangan,cuma dengan mati engkau dapat mengerti.Lalu dari puncak angkasa tiba tiba,selalu muncul sekawanan hering bengis yang berwajah botak,menotol bangkai bangkai tumbal ideologi dan kekuasaan.Sampai mesti meninggalkan tanda pada setiap pencabutan daging daging;belulang yang terbisu sambil tersenyum menghias gersang.

Cinta selalu di umpamakan salju.Ia mungkin waktu,yang mendekat semakin.Pada yang jauh ia merindu.Dan kabarkanlah untuk setiap merpati sepasang yang menahan,saling tertahan oleh rindu yang di tanam para pengekangnya masing masing,sepasang yang memilikinya,tak pernah di gariskan bahagia agar di temukan bersatu.Pada tubuh jinaknya yang penurut,mereka hanya patuh,untuk memperbahagiakan sesuatu yang lebih berakal.

Pada cakar yang menangkup rumput terbakar matahari,pada cakar yang menengger pagar dan ranting ranting bumi,pada cakar yang bertegak dalam hujan hujan waktu dan detik,pada cakar yang menjerat lunak mangsa di tanah,pada cakar tak berakar.Padanya ketika ada yang bersarang dan bertelur akan ada pula yang terbangun dan sendiri berlari mengejari suara dalam sangkar.

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar