Puisi-puisi Bagus Burham,dimuat Suara Merdeka 6 Januari 2013
LIBRETO KEMBANG
GULA
gulali
o kembang yang menggula gula
abigail
memakan gulali,kembang jambon penuh gula gula
dalam
gula,terdapat ingatan ingatan kecil tentang masa kecil
di
lumurkannya cinta pada setiap tangan anak yang memegang
tubuh
gulali seperti sirup itu.terserak seperti akar yang
menempel
pada kasih bumi,ibupun akan membelikan itu gulali
ketika
tangis bahana membawamu pada rasa manisnya
menarik
baju ibumu yang masih menampar langit
dengan
gerai rambut shampo.bahwa tangan tangan tak tampak,
menyuruhmu
menarik bajunya,abigail.agar ia meletakkan penny
dari
kantungnya,pada tangan pembuat kembang gula.
gula
gula kian percaya pada tangan kasar sang empu,
tangan
yang ajaib menjelmakan mereka jadi jaring laba
jaring
yang di rubah warnanya seperti pelangi setelah hujan tiba
engkau
akan menyenyumkan bibirmu sekembang kembang gula
luapan
kecilmu kini berpesta dalam gula gula yang di putar
di
mesin pemintal,menjadi anak laba laba yang di genggam
anak
anakmu
2012
BERHENTI DI
KLAMBU
asap
asap menguar dari tubuh jalan
menaiki
puncak udara yang panas
kepada
matahari yang kian menguning
supir
bus berhenti untuk membeli pir
nenek
penumpang,mengunyah buah pepaya
delapan
mata mengintip keluar jendela bus
berharap
sopir kembali;menjenguk perjalanan
supaya
cepat sampai tujuan
lubang
lubang bermunculan
baru
ditinggalkan belut dan kepiting
atau
ular yang mencari wereng dan kadal
:permainan
cahaya menggetarkan lambaian padi
dan
lupa menyelimuti wajahku yang menanti,
menunggu
waktu kembali ke kotaku
2012
MENUJU SESUATU
LALU DITELPON
:asqalani
aku
sedang menuju tuhan kawan,engkau mengambil kabel percakapan
dari
pekanbaru mencoba menggetarkan handphoneku,
barangkali
kristal kata kata yang belum tuntas menemu,masih ingin di jilat
ludah
kita yang menginginkan perbincangan,
cahaya
tahun ini katanya baru;suasana,jalannya,segalanya serba baru:
dengan
sampah dan sisa engah berserakan di mana mana,mendandani dunia
:lipstik
racun racun yang termakan kulit tanahnya
udara
tak secantik 1960 atau 1957,saat kakek nenekku masih menjaga cinta dengan tanda
tanda,dan sebelum mereka berada dalam tubuh dunia,dengan merpati merpati yang
jinak dalam bentuk surat
tadi
hujan pagi hari dan magrib melengking azan dari langit yang sunyi,
aroma
malam semakin kurasakan saat aku kembali
memisahkan ingatan dengan tuhan,ia menjauh aku menempuh,-kusibukkan tubuh
dengan sajak yang belum tuntas tuntas di kumpulkan hati
2.
lalu
kau berada dalam ingatan,tentang gantungan yang kau beli setelah berhasil
mencapai jawa,
dengan
kata kata dari botol tanpa air yang tiada menyisakan sisa bagi burung burung
tanpa suara
aku
baru melipat sarungku,segera.sebelum kuhadapkan mata pada berbagai arupan kata
yang berserak di mana mana: di rembulan,ada yang berjoget di kaca jendela,di
bibir gadis yang bermain mimpi pada malamku,lalu di urat urat yang menafsu
rindu
aku
baru saja meletakkan peci,membukanya agar udara segar menyisir rambut pengapku
yang tertutup sinar rembulan malam ini
engkau
pun datang tanpa pernah dijawab bibir,karena aku sedang bercanda dengan tuhan
dan sajak
katamu:
selamat menempuh( tuhan )yang baru ,bukan?
2012
BIODATA:
Bagus
Burham,lahir di Kudus,31 Agustus 1992.Menulis puisi,esai dan cerpen.Bergiat di
Komunitas KOPI-Kudus.Puisi-puisi terkumpul dalam beberapa antologi seperti:
dwilingual-Flows into the Sink into the
Gutter(Shell,2012),Love Poems(Lissa,2012)
dan Dari Sragen Memandang Indonesia(DK
Daerah Sragen,2012).Mahasiswa Universitas Muria Kudus FKIP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar