Senin, 21 Januari 2013

Monolog Asing Bersama John Mayer



/Im Gonna Find Another You/

januari akan lenyap dari punggung rembulan!
jazz muncul dengan seksophone mengalun merdu
blues,katamu,adalah hadiah terindah untuk telinga
lalu februari,di tumbuhi berbagai cinta berwangi bunga

mainkan gitarmu,john,ayo mainkan.dua tiga hujan
di susul ribuan,jatuh mendinginkan kaca
bertempias terpantul pada jendela.

lengkingkan suaramu.merambah ke tubuh,jadi pendulum
tanpa pembeban,hanya kanan kiri meruntuti sepi

dunia masih disekap dalam bola kaca oleh kenangan purba
oleh sinar dari glamor glamor yang bergerak membuntuti.
burung burung digital kerap memainkan musik kelewat batas
:ketika ucapan di balas keangkuhan,kita semakin robot
sebab mematuk tangan pada keyboard dan terdiam

/In Your Atmosphere/

hujan sampai berlinangan.musim dibentuk untuk mendekatkan
koloni padi dengan bah yang menumbangkannya
akar akar dan batang ranting di tembusi air jadi obesitas
kudengar ibukota tenggelam di bak tuhan
ah,kudengar,bocah bocah malah bermain dengan kapal kapalan
menyusuri jalanan

ular tangga disusun untuk menentukan pemenang dan pecundang
ular ular menuruni tangga.dadu dadu menertawakan drupadi
yang tergeletak dengan rasa hina dina:terbekap kuku kuasa kurawa.
padahal,dadu selalu menculik angka setan,agar merasuk pada tangan
kanak,bermain hingga tawa lepas,terpelanting bagai permen kancing.

/Why Georgia/

jalanan di selimuti hujan.januari memang pantas ditangisi.permulaan
pada dulunya diletupi konfeti dan pesta,namun ketika hujan tiba,
tak ada satupun orang merayakan selain kanak kanak yang menari
di bawahnya,membawa senyum riang dan mata yang sipit menampung
rintik di bulunya.

tembok bata di bulan ini takkan mampu menguarkan debu.yang biasanya
menganggu mata,kunang kunang masih tetap bercahaya bahkan semakin!
sebab hujan membawa kasih sayang.cuma manusia yang mengutuknya
karena mereka ditenggelamkan sebatas lutut mereka.

/Free Falling/

jatuhlah seperti hujan.yang jatuh bebas dari ujung tertinggi.
dari tempat paling.dimana kenangan akan bersandar dan lupa
bahwa sejatinya mereka di simpan untuk keluar-masuk,
memenuhi airmata.

jatuhlah,paraseling parasut berjatuhan.seperti daunan yang gugur
ketika mencapai puncak umur:kering dan tak berarti

meski jatuh sakit,jatuhmu akan menjadi jatuh yang sering kauingat
--jatuh itu akan menjadi lagu dari masa lalu yang mewaspadai
agar tak terjatuh lagi,seperti cinta- surut pasang surut.

/Slow Dancing in The Burning Room/

ada pagi,gemerincing logam-logam peri,dentuman suara gas mobil
genta lonceng gereja. anak kecil nangis minta sandal motif dora
berkloning kloning huruf v yang digambar dengan krayon warna
hijau,akan jadi sawah;berkloning kloning huruf v yang digambar
di atas matahari akan jadi burung.

umbul-umbul berkibar di tiang bertanah pasir.bocah sedang
membangun istana yang sekali kejap,sekalilah juga terhancur
tangan yang dewasa.

di seujung-ujung tanganku,mural mural tergambar sebagai kata
yang berbunga-bunga bila tercumbui kata,
“ayo pulang,candi ala menjelang,bermain terus nanti diculik setan!’’


/Half Of My Heart/

menempatkan masa lalu pada lukisan van gogh ‘starry night over the rhone’
“ssst..joker sedang terserang epilepsi!” telinganya di potong dengan gunting
seperti mulut kepiting,buih buih menyembul berceceran,bagai float coklat
yang di minum teman-teman.

dan seorang bondowoso bergerak menuruni mataair airmatanya sendiri:
ia buatlah candi-candi.ia tulis segala surat cinta yang tak sampai,menjadinya
relief di bebatu cadas,beribu tahun hingga kini. sendang geman,airnya mengucur
dari katup mata,berupa titisan kata-kata.

paduk telah memberi sinyal.melemparkan dua dadu bermuncul angka sial
revolver mendesingkan peluru ukuran x mm,jantung lembu rubuh ambruk
bedil! terkokang menembak angsa di rembang paling senja.

kunang-kunang berpendaran di sungkir setapak jalan taman.
sedih yang terlipat,gerimis kecil ingin menari bersama kita.melupakan bangsal
kehidupan yang mengatur urusan urusan kecil dan besar.

/Speak For Me/

melewati channel 00,berjuta semut listrik saling tumpang tindih dan besengut.
kerap ada dengung selalu lama,sesemut merayap kemana-mana.memenuhi
lanskap kotak,yang seukuran dua puluh satu inci.terjadi praduga;semut-semut
mencari rumah yang pantas.
--semut listrik yang tak pernah di hujati mati--

malam yang tak mungkin terpejamkan:selamat pagi,ada bulan yang teler
dan tepar hampir mati.kini,matahari akan terbangun dari nyenyaknya mimpi.
rumpun keladi,tiga batang talas.rengkuh hari yang bersepoi,angin yang siang ini
menghambur menyelesaikan ijab yang tertunda.

kronogram yang mengandung pikiran masa,waktu bersenggama di jam dinding

disana sepi,disini sepi.semua benar-sebenarnya sunyi
disitu,kuliti yang sendiri,adalah muka-muka yang telah basi

/Something Like Olivia/

sebuah ladang zaitun,taman padang lili,bunga-bunga,perahu umbul-umbul
bendera perancis,petani kentang yang riang sedianya senang,memanem
berkah gelimang.

isis menebar pesona,matahari.musim salju menutupi ladang-ladang,taman-taman
pohon cemara yang rindang.malam hari gemintang terang.bulan pun rembulan

presiden jagad raya,jentikkan juta-juta piksel warna bunga di pagi hari. persembahan menjelaskan janji-janji,kita di suguhi pesta teh para kurcaci.

tantalos masih menjalani masa penjara,ia gagal mencuri hadiah tuhan pada lebah:
nectar dan ambrosia.

dari kayu berdencit dan kepakan seng yang terlepas dari atap rumah
pentar yang terdengar seakan kisi-kisi,menyuruh melirik matahari
adakah nanti, sepia yang menyihir lagi warna langit?

/Gravity/

tinggal tilas debu, bersitatap keteguhan pura-pura di lubuk mata.
aku tak tahu tempat menjual kaviar,nenek sedang menyuguhkan teh
dari samovar kecil. kupacu,kupacu rindu dalam hangatnya
capucino di gelasku,akordeon orang jalanan memainkan musik-musik
celtic.

o e o--begitu jingga dalam klausul temaram,lembayung menggelayut di sana
di langit tempat melodi blues,jazz-blues,jazz terhampar ke udara.
blues,katamu lagi, berpentas bersitatap dengan mata ini,mengigal salju-saljunya
membeku di hati.

apakah kau datang dengan percuma? melankoli awang-awang nostalgi.
lolong anjing di tengah malam,meretas keheningan yang berpegang.

selamat kembali!

/Say/

tak perlu meniru orang lain.cukup menjadi satu yang sendiri
menerobos sendi-sendi keteraturan. kesasar dalam mimpi yang bebas lepas.
kau tahu john, sajakku akan terus berkucuran.dari tempatnya yang sunyi
dan mencipta bunga-bunga.

sajak:sayap manusia yang dibagi tuhan,agar tak cemburu kepada malaikat!
kutulis untuk selebrasi sendiri. dari yang terpecah belah
serupa bentuk puzzle hingga yang datar membosankan

jangan juga kau menghilang di telan malam sebab sepi disini,terlanjur sunyi.

barangkali ada bunga yang layu.yang terbungkam rindu
sajak ini,sajak yang kau tunggu.kuambil dari sejuta embun keseribu
basuhi ia,maka bunga rekah merona

laron-laron itu,berbicara sambil menggigil
sayapnya dua terlepas.malampun suri,termati dalam sunyi,
terbangun diajak sepi.

tak perlu sajak gembira,kali ini,seorang orang dengan blues di jantung,
membawa makna makna menuju rumah surga

/Whiskey Whiskey Whiskey/

dan,segala yang tutup,kini terbuka--terbuka dan menganga
demikian dengan hijaunya pepohonan.di pinggir jalan,yang berkelok berlekuk
tanda apa yang dihasilkan,apa yang disembunyikan,sebelum kita menyerah,
memungut yang terbelah.

kamp limun menunggu untuk diledakkan,suara kecil kanak masaku.
di krat-krat kayu milik kakek masih sangat ngiang dari sini, es padle pop kartu remi
bedak tepung wajah di pipi.

--desain kota-kota eropa,dipenuhi gedung bertingkat menjulang
merpati pada sebuah taman,beratus hinggap di dahan beribu
kapal berbendera umbul-umbul entah apa;bergaris tiga tingkat gambar jingga,
oranye,biru tersusun bagaimana,
singa yang renta dalam kekungkungan bendera kibar-kibarnya
kali-kali tidak seperti disini,jernihnya terlihat bentuk ikan-ikannya
bulevar-bulevar lebar dalam jangkau sepersekian ratus meter perjalanan kaki—
dari tadi aku bicara ilusi!--

john,kau pasti tertidur dengan mata blues yang nikmat,jiancuk kau!
-selat bosphorus memperlihatkan pukau yang memuncak pada gelombang tenang
menyalak sekali dalam seperdiam yang terpendam-

john,kau pasti menari jemari di atas senar gitar blues konsermu,jiancuk kau!
- o,nyanyi-nyanyi yang landai, tak cepat-cepat aku bingkas.aku mau pingsan
di sini.di tempat penuh kesunyian yang curam-

john,kau pasti keluar malam dengan jaket panjang,memandangi kerjap lelampu gedung
gedung di seberang manhattan,jiancuk kau!
- sunyi bersepi di hari-hari hening yang lanun. bersenandung lagu romantis,nafas pekat
alkohol.surat cinta terbengkalai tersaput angin-

/Friends,Lover or Nothing/

syahdan dalam segala ekspresi yang tertimpa,kuceritakan padamu,john
tentang seorang gadis dan jejarak yang memisahkan kami,disebabkan oleh
jantung yang kami bawa,-piknik memang senang yang suka- dikala dua mata peri
mengintip bibir yang merah rekah meliputi suci.berdzikir rumputan menjelang
kemenangan sepi yang nikmat,menginginkannya sangat

-aroma wangi,menggambar kecantikan yang halus. menciptakan pertemuan
pertemuan kelu di lidah,untuk mengucapkan salam-

-mencintai yang aku puja ini dengan sederhana,mengabarkan kata yang belum terucap,
lalat kepada roti untuk menjadikannya bakteri-

-racun di pikiran,bersemi di setiap musim sepi.bergugur di segala musim yang riuh
tidakkah kamajaya,memberi ia bunga sukma,yang olehnya menyatukan hati kami?-

/All We Ever do Is Say Goodbye/

batu-batu di kali semakin lama kian punya arti.sebongkah satu yang besar,
sekerikil kecil yang sasar,terbawa arus laju di aspal.adakah ia berbicara
dan menerangkan kepada kita,waktu yang terlalu dan abad yang membungkam mereka
untuk berkata,“spada!”

satu senyum membujur kaku(sayap affair melintas di kepala) kemudian kita bersalaman
dalam waktu berhenti yang senoktah saja.
--gadis gadis selalu begitu,katamu

-kembang jambu bergugur di terasnya satu-satu
rambut legamnya kala itu,rontok satu dua;tergerai direbut angin
kemudian ia ucapkan perpisahan selama duka,selamat tinggal-
bagaimana denganmu?

/Heartbreak Warfare/

januari akan lenyap dari tahun ke tiga belas ini!
jazz muncul dengan piano mengalun merdu
blues,katamu,adalah hadiah terindah untuk telinga
lalu februari,di tumbuhi berbagai coklat asli dari kokoa

mainkan gitarmu,john,ayo mainkan.dua tiga hujan
di susul ribuan,jatuh mendinginkan wajah
yang menempel di kaca menatapi hujan berlama lama.

lengkingkan suaramu.merambah ke tubuh,jadi pendulum
tanpa pembeban,hanya kanan kiri meruntuti sepi

Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar