/Im
Gonna Find Another You/
januari
akan lenyap dari punggung rembulan!
jazz
muncul dengan seksophone mengalun merdu
blues,katamu,adalah
hadiah terindah untuk telinga
lalu
februari,di tumbuhi berbagai cinta berwangi bunga
mainkan
gitarmu,john,ayo mainkan.dua tiga hujan
di
susul ribuan,jatuh mendinginkan kaca
bertempias
terpantul pada jendela.
lengkingkan
suaramu.merambah ke tubuh,jadi pendulum
tanpa
pembeban,hanya kanan kiri meruntuti sepi
dunia
masih disekap dalam bola kaca oleh kenangan purba
oleh
sinar dari glamor glamor yang bergerak membuntuti.
burung
burung digital kerap memainkan musik kelewat batas
:ketika
ucapan di balas keangkuhan,kita semakin robot
sebab
mematuk tangan pada keyboard dan terdiam
/In
Your Atmosphere/
hujan
sampai berlinangan.musim dibentuk untuk mendekatkan
koloni
padi dengan bah yang menumbangkannya
akar
akar dan batang ranting di tembusi air jadi obesitas
kudengar
ibukota tenggelam di bak tuhan
ah,kudengar,bocah
bocah malah bermain dengan kapal kapalan
menyusuri
jalanan
ular
tangga disusun untuk menentukan pemenang dan pecundang
ular
ular menuruni tangga.dadu dadu menertawakan drupadi
yang
tergeletak dengan rasa hina dina:terbekap kuku kuasa kurawa.
padahal,dadu
selalu menculik angka setan,agar merasuk pada tangan
kanak,bermain
hingga tawa lepas,terpelanting bagai permen kancing.
/Why
Georgia/
jalanan
di selimuti hujan.januari memang pantas ditangisi.permulaan
pada
dulunya diletupi konfeti dan pesta,namun ketika hujan tiba,
tak
ada satupun orang merayakan selain kanak kanak yang menari
di
bawahnya,membawa senyum riang dan mata yang sipit menampung
rintik
di bulunya.
tembok
bata di bulan ini takkan mampu menguarkan debu.yang biasanya
menganggu
mata,kunang kunang masih tetap bercahaya bahkan semakin!
sebab
hujan membawa kasih sayang.cuma manusia yang mengutuknya
karena
mereka ditenggelamkan sebatas lutut mereka.
/Free
Falling/
jatuhlah
seperti hujan.yang jatuh bebas dari ujung tertinggi.
dari
tempat paling.dimana kenangan akan bersandar dan lupa
bahwa
sejatinya mereka di simpan untuk keluar-masuk,
memenuhi
airmata.
jatuhlah,paraseling
parasut berjatuhan.seperti daunan yang gugur
ketika
mencapai puncak umur:kering dan tak berarti
meski
jatuh sakit,jatuhmu akan menjadi jatuh yang sering kauingat
--jatuh
itu akan menjadi lagu dari masa lalu yang mewaspadai
agar
tak terjatuh lagi,seperti cinta- surut pasang surut.
/Slow
Dancing in The Burning Room/
ada
pagi,gemerincing logam-logam peri,dentuman suara gas mobil
genta
lonceng gereja. anak
kecil nangis minta sandal motif dora
berkloning
kloning huruf v yang digambar dengan krayon warna
hijau,akan
jadi sawah;berkloning kloning huruf v yang digambar
di
atas matahari akan jadi burung.
umbul-umbul
berkibar di tiang bertanah pasir.bocah sedang
membangun
istana yang sekali kejap,sekalilah juga terhancur
tangan
yang dewasa.
di
seujung-ujung tanganku,mural mural tergambar sebagai kata
yang
berbunga-bunga bila tercumbui kata,
“ayo
pulang,candi ala menjelang,bermain
terus nanti diculik setan!’’
/Half
Of My Heart/
menempatkan
masa lalu pada lukisan van gogh ‘starry night over the rhone’
“ssst..joker
sedang terserang epilepsi!” telinganya di potong dengan gunting
seperti
mulut kepiting,buih buih menyembul berceceran,bagai float coklat
yang
di minum teman-teman.
dan
seorang bondowoso bergerak menuruni mataair airmatanya sendiri:
ia
buatlah candi-candi.ia tulis segala surat cinta yang tak sampai,menjadinya
relief
di bebatu cadas,beribu tahun hingga kini. sendang geman,airnya mengucur
dari
katup mata,berupa titisan kata-kata.
paduk
telah memberi sinyal.melemparkan dua dadu bermuncul angka sial
revolver
mendesingkan peluru ukuran x mm,jantung lembu rubuh ambruk
bedil!
terkokang menembak angsa di rembang paling senja.
kunang-kunang
berpendaran di sungkir setapak jalan taman.
sedih
yang terlipat,gerimis kecil ingin menari bersama kita.melupakan bangsal
kehidupan
yang mengatur urusan urusan kecil dan besar.
/Speak
For Me/
melewati
channel 00,berjuta semut listrik saling tumpang tindih dan besengut.
kerap
ada dengung selalu lama,sesemut merayap kemana-mana.memenuhi
lanskap
kotak,yang seukuran dua puluh satu inci.terjadi praduga;semut-semut
mencari
rumah yang pantas.
--semut
listrik yang tak pernah di hujati mati--
malam
yang tak mungkin terpejamkan:selamat pagi,ada bulan yang teler
dan
tepar hampir mati.kini,matahari akan terbangun dari nyenyaknya mimpi.
rumpun
keladi,tiga batang talas.rengkuh hari yang bersepoi,angin yang siang ini
menghambur
menyelesaikan ijab yang tertunda.
kronogram
yang mengandung pikiran masa,waktu bersenggama di jam dinding
disana
sepi,disini sepi.semua benar-sebenarnya sunyi
disitu,kuliti
yang sendiri,adalah muka-muka yang telah basi
/Something
Like Olivia/
sebuah
ladang zaitun,taman padang lili,bunga-bunga,perahu umbul-umbul
bendera
perancis,petani kentang yang riang sedianya senang,memanem
berkah
gelimang.
isis
menebar pesona,matahari.musim salju menutupi ladang-ladang,taman-taman
pohon
cemara yang rindang.malam hari gemintang terang.bulan pun rembulan
presiden
jagad raya,jentikkan juta-juta piksel warna bunga di pagi hari. persembahan
menjelaskan janji-janji,kita di suguhi pesta teh para kurcaci.
tantalos
masih menjalani masa penjara,ia gagal mencuri hadiah tuhan pada lebah:
nectar
dan ambrosia.
dari
kayu berdencit dan kepakan seng yang terlepas dari atap rumah
pentar
yang terdengar seakan kisi-kisi,menyuruh melirik matahari
adakah
nanti, sepia yang menyihir lagi warna langit?
/Gravity/
tinggal
tilas debu, bersitatap
keteguhan pura-pura di lubuk mata.
aku
tak tahu tempat menjual kaviar,nenek sedang menyuguhkan teh
dari
samovar kecil. kupacu,kupacu
rindu dalam hangatnya
capucino
di gelasku,akordeon orang jalanan memainkan musik-musik
celtic.
o
e o--begitu jingga dalam klausul temaram,lembayung menggelayut di sana
di
langit tempat melodi blues,jazz-blues,jazz terhampar ke udara.
blues,katamu
lagi, berpentas
bersitatap dengan mata ini,mengigal salju-saljunya
membeku
di hati.
apakah
kau datang dengan percuma? melankoli awang-awang nostalgi.
lolong
anjing di tengah malam,meretas keheningan yang berpegang.
selamat
kembali!
/Say/
tak
perlu meniru orang lain.cukup menjadi satu yang sendiri
menerobos
sendi-sendi keteraturan. kesasar
dalam mimpi yang bebas lepas.
kau
tahu john, sajakku
akan terus berkucuran.dari tempatnya yang sunyi
dan
mencipta bunga-bunga.
sajak:sayap
manusia yang dibagi tuhan,agar tak cemburu kepada malaikat!
kutulis
untuk selebrasi sendiri. dari
yang terpecah belah
serupa
bentuk puzzle hingga yang datar membosankan
jangan
juga kau menghilang di telan malam sebab sepi disini,terlanjur sunyi.
barangkali
ada bunga yang layu.yang terbungkam rindu
sajak
ini,sajak yang kau tunggu.kuambil dari sejuta embun keseribu
basuhi
ia,maka bunga rekah merona
laron-laron
itu,berbicara sambil menggigil
sayapnya
dua terlepas.malampun suri,termati dalam sunyi,
terbangun
diajak sepi.
tak
perlu sajak gembira,kali ini,seorang orang dengan blues di jantung,
membawa
makna makna menuju rumah surga
/Whiskey
Whiskey Whiskey/
dan,segala
yang tutup,kini terbuka--terbuka dan menganga
demikian
dengan hijaunya pepohonan.di pinggir jalan,yang berkelok berlekuk
tanda
apa yang dihasilkan,apa yang disembunyikan,sebelum kita menyerah,
memungut
yang terbelah.
kamp
limun menunggu untuk diledakkan,suara kecil kanak masaku.
di
krat-krat kayu milik kakek masih sangat ngiang dari sini, es padle pop
kartu remi
bedak
tepung wajah di pipi.
--desain
kota-kota eropa,dipenuhi gedung bertingkat menjulang
merpati
pada sebuah taman,beratus hinggap di dahan beribu
kapal
berbendera umbul-umbul entah apa;bergaris tiga tingkat gambar jingga,
oranye,biru
tersusun bagaimana,
singa
yang renta dalam kekungkungan bendera kibar-kibarnya
kali-kali
tidak seperti disini,jernihnya terlihat bentuk ikan-ikannya
bulevar-bulevar
lebar dalam jangkau sepersekian ratus meter perjalanan kaki—
dari
tadi aku bicara ilusi!--
john,kau
pasti tertidur dengan mata blues yang nikmat,jiancuk kau!
-selat
bosphorus memperlihatkan pukau yang memuncak pada gelombang tenang
menyalak
sekali dalam seperdiam yang terpendam-
john,kau
pasti menari jemari di atas senar gitar blues konsermu,jiancuk kau!
-
o,nyanyi-nyanyi
yang landai, tak
cepat-cepat aku bingkas.aku mau pingsan
di
sini.di tempat penuh kesunyian yang curam-
john,kau
pasti keluar malam dengan jaket panjang,memandangi kerjap lelampu gedung
gedung
di seberang manhattan,jiancuk kau!
-
sunyi bersepi di hari-hari hening yang lanun. bersenandung lagu romantis,nafas
pekat
alkohol.surat cinta
terbengkalai tersaput angin-
/Friends,Lover
or Nothing/
syahdan
dalam segala ekspresi yang tertimpa,kuceritakan padamu,john
tentang
seorang gadis dan jejarak yang memisahkan kami,disebabkan oleh
jantung
yang kami bawa,-piknik memang senang yang suka- dikala dua mata peri
mengintip
bibir yang merah rekah meliputi suci.berdzikir rumputan menjelang
kemenangan
sepi yang nikmat,menginginkannya sangat
-aroma
wangi,menggambar kecantikan yang halus. menciptakan pertemuan
pertemuan
kelu di lidah,untuk mengucapkan salam-
-mencintai
yang aku puja ini dengan sederhana,mengabarkan kata yang belum terucap,
lalat
kepada roti untuk menjadikannya bakteri-
-racun
di pikiran,bersemi di setiap musim sepi.bergugur di segala musim yang riuh
tidakkah
kamajaya,memberi ia bunga sukma,yang olehnya menyatukan hati kami?-
/All
We Ever do Is Say Goodbye/
batu-batu
di kali semakin lama kian punya arti.sebongkah satu yang besar,
sekerikil
kecil yang sasar,terbawa arus laju di aspal.adakah ia berbicara
dan
menerangkan kepada kita,waktu yang terlalu dan abad yang membungkam mereka
untuk
berkata,“spada!”
satu
senyum membujur kaku(sayap affair melintas di kepala) kemudian kita bersalaman
dalam
waktu berhenti yang senoktah saja.
--gadis
gadis selalu begitu,katamu
-kembang
jambu bergugur di terasnya satu-satu
rambut
legamnya kala itu,rontok satu dua;tergerai direbut angin
kemudian
ia ucapkan perpisahan selama duka,selamat tinggal-
bagaimana
denganmu?
/Heartbreak
Warfare/
januari
akan lenyap dari tahun ke tiga belas ini!
jazz
muncul dengan piano mengalun merdu
blues,katamu,adalah
hadiah terindah untuk telinga
lalu
februari,di tumbuhi berbagai coklat asli dari kokoa
mainkan
gitarmu,john,ayo mainkan.dua tiga hujan
di
susul ribuan,jatuh mendinginkan wajah
yang
menempel di kaca menatapi hujan berlama lama.
lengkingkan
suaramu.merambah ke tubuh,jadi pendulum
tanpa
pembeban,hanya kanan kiri meruntuti sepi
Januari
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar