Selasa, 07 Mei 2013

Kapal Londo



                                                                                         gambar dicongkel dari : kissanak.wordpress.com
Kapal Londo

di bawah laut masih begitu dingin, ombak di atasnya melengkung-lengkung menebas gigir kapal-kapal,  menusuk wajahmu yang asin penuh peta perjalanan,  sebelum mengetahui, di ujung sana, surga telah ditemukan. angin terus berputar, kelasi mengangkat layar, mengembang biar lebar-lebar,  menyebar meracau di angin yang hidup terus itu. keramik(napsumu) yang kau bawa, piring(laparmu), tembikar(hausmu) dan permata(tamakmu), nantinya akan kami temukan tercampak di pasar-pasar gelap para kolektor yang menginginkannya, jauh sesudah rangka tengkorakmu jadi makanan para plankton.  

kami temukan kamu, seperti william kembali ke tanah britania;pengap akan kekalahan mengayuh sekoci di luas samudra. angkatlah jangkar, jangan kembali ke tanah ini, sebab, sudah begitu banyak rupa-rupamu yang satu atau dua dari mereka berkulit albino seperti salju daratanmu kamu membawa kitab yang belum kami yakini sebelumnya, kamu juga membawa bakal pecut yang telah kami yakini berabad-abad sesudahnya untuk melecuti kulit hitam lada kami. dengan lagu menjerit seorang orang gadis yang kau bawa di semak-semak tanah kami, nyanyian itu menimbulkan luka yang aduh bagi kami dan cuma airmata dari hati yang mengalir, sisa di katup mata kami telah habis dierang sakit dan takut.

pedagang jauh,melintas laut dan teluk-teluk galak dunia,kamu lihat, tanah kami begitu kaya tapi kami tak tahu sebelumnya, bahwa sesudah kamu, emas hitam yang idcari-cari itu,mengucur dari garba pulau-pulau kami. atau gadis-gadis yang membikin lapar serigala para kelasimu.

telah kamu buka mula jalan bagi roh setelahmu, menusuki pulau-pulau kami dengan jangkung badan mereka yang begitu tinggi. kami pikir kalian adalah setan yang berwujud manusia.sultan telah mempersilahkanmu berdagang, seperti langit membuka lobang bagi cahaya untuk merasukinya dengan tiba-tiba.

toh, akhirnya kamu lenyap ditelan mimpimu sendiri. terlalu banyak berlayar di tubuh pulau-pulau kami, tapi kemenangan untuk ratumu, membawa peta ke ladang kopi. dengan melecuti kulit gosong kami, lalu aku berpikir,bagimu,inilah vilde vaart yang menyenangkan,
yang mati ditelan kekasihmu sendiri.

2013

2 komentar:

  1. aku prediksikan, tulisan-tulisanmu akan lekas matang, bagus burham. sudah aku baca beberapa. terus semangat menulis ya. salamku.

    BalasHapus
  2. Terima kasih mas Arif Fitra,jenengan sudah mengunjungi blog amatir ini,hehe...salam buat anak-anak semarang yang keren-keren sajaknya...

    BalasHapus