gambar dicongkel dari : kissanak.wordpress.com
Kapal Londo
di bawah
laut masih begitu dingin, ombak di atasnya melengkung-lengkung menebas gigir
kapal-kapal, menusuk wajahmu yang asin
penuh peta perjalanan, sebelum
mengetahui, di ujung sana, surga telah ditemukan. angin terus berputar, kelasi
mengangkat layar, mengembang biar lebar-lebar, menyebar meracau di angin yang hidup terus itu.
keramik(napsumu) yang kau bawa, piring(laparmu), tembikar(hausmu) dan permata(tamakmu),
nantinya akan kami temukan tercampak di pasar-pasar gelap para kolektor yang
menginginkannya, jauh sesudah rangka tengkorakmu jadi makanan para plankton.
kami
temukan kamu, seperti william kembali ke tanah britania;pengap akan kekalahan
mengayuh sekoci di luas samudra. angkatlah jangkar, jangan kembali ke tanah ini,
sebab, sudah begitu banyak rupa-rupamu yang satu atau dua dari mereka berkulit
albino seperti salju daratanmu kamu membawa kitab yang belum kami yakini
sebelumnya, kamu juga membawa bakal pecut yang telah kami yakini berabad-abad
sesudahnya untuk melecuti kulit hitam lada kami. dengan lagu menjerit seorang
orang gadis yang kau bawa di semak-semak tanah kami, nyanyian itu menimbulkan
luka yang aduh bagi kami dan cuma airmata dari hati yang mengalir, sisa di
katup mata kami telah habis dierang sakit dan takut.
pedagang
jauh,melintas laut dan teluk-teluk galak dunia,kamu lihat, tanah kami begitu
kaya tapi kami tak tahu sebelumnya, bahwa sesudah kamu, emas hitam yang
idcari-cari itu,mengucur dari garba pulau-pulau kami. atau gadis-gadis yang
membikin lapar serigala para kelasimu.
telah
kamu buka mula jalan bagi roh setelahmu, menusuki pulau-pulau kami dengan
jangkung badan mereka yang begitu tinggi. kami pikir kalian adalah setan yang
berwujud manusia.sultan telah mempersilahkanmu berdagang, seperti langit
membuka lobang bagi cahaya untuk merasukinya dengan tiba-tiba.
toh, akhirnya
kamu lenyap ditelan mimpimu sendiri. terlalu banyak berlayar di tubuh
pulau-pulau kami, tapi kemenangan untuk ratumu, membawa peta ke ladang kopi.
dengan melecuti kulit gosong kami, lalu aku berpikir,bagimu,inilah vilde vaart yang menyenangkan,
yang mati ditelan kekasihmu
sendiri.
2013

aku prediksikan, tulisan-tulisanmu akan lekas matang, bagus burham. sudah aku baca beberapa. terus semangat menulis ya. salamku.
BalasHapusTerima kasih mas Arif Fitra,jenengan sudah mengunjungi blog amatir ini,hehe...salam buat anak-anak semarang yang keren-keren sajaknya...
BalasHapus