![]() |
| gambar diambil dari :http://viewallpapers.com/walking-in-the-middle-of-rain-wallpaper.html |
Metafor
:sebuah nama perpisahan
cuma metafora yang dikias kuas lekasmu. getir asin
itu,kau taburkan malam ini bersama garam-garam pahit hujan langit mendung,
lagi-lagi mesti, mengakrabi bintang-bintang menggigil yang membutuhkan selimut
karena hujan, agar kemarin-kemarin tak lagi terulang, atau suasana ini
betul-betul de javu--, tanyaku kesepian.
pesulap itu datang membawa koper hitam, mengeluarkan merpati, kelinci,
sepasang bola kecil warna merah, dan tentu saja kesukaanmu; kata-kata dari abad
yang jauh: abrakadabra!—jika ia lagi membuka sihirnya: terpesona engkau.
payung-payung ditiup angin basah
sebab disepuhi hujan, kamu meletakkan kenanganmu hinggap-hinggap, di atas
segala ranting pohon-pohon tanpa cabang. cerobong waktu mengepulkan asap, kamu hanya
diam, seperti takjub akan sesuatu.
segelas kesunyian jalan raya yang menyenangkan di siang
hari. suara ambulan dan keriuhan yang diatur sendiri-sendiri. seperti nikmatnya
menyeduh hujan atau cuma menangkup basahnya di kedua tangan;seperti dulu,kita
yang begitu kanak.
kamu bukan majasku lagi. jarak ratusan gedung dan rumah
telah membebaskanmu: maha perih dari aduh yang terus-menerus menguliti dasar
hati; entah, mungkin sesuatu paling palung di bawah. kerak yang selalu
terkikis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar