Kamis, 09 Mei 2013

Sajak



gambar diambil dari :http://viewallpapers.com/walking-in-the-middle-of-rain-wallpaper.html


Metafor 
:sebuah nama perpisahan

cuma metafora yang dikias kuas lekasmu. getir asin itu,kau taburkan malam ini bersama garam-garam pahit hujan langit mendung, lagi-lagi mesti, mengakrabi bintang-bintang menggigil yang membutuhkan selimut karena hujan, agar kemarin-kemarin tak lagi terulang, atau suasana ini betul-betul de javu--, tanyaku kesepian.

                pesulap itu datang membawa koper hitam, mengeluarkan merpati, kelinci, sepasang bola kecil warna merah, dan tentu saja kesukaanmu; kata-kata dari abad yang jauh: abrakadabra!—jika ia lagi membuka sihirnya: terpesona engkau.

                payung-payung ditiup angin basah sebab disepuhi hujan, kamu meletakkan kenanganmu hinggap-hinggap, di atas segala ranting pohon-pohon tanpa cabang. cerobong waktu mengepulkan asap, kamu hanya diam, seperti takjub akan sesuatu.

segelas kesunyian jalan raya yang menyenangkan di siang hari. suara ambulan dan keriuhan yang diatur sendiri-sendiri. seperti nikmatnya menyeduh hujan atau cuma menangkup basahnya di kedua tangan;seperti dulu,kita yang begitu kanak.

kamu bukan majasku lagi. jarak ratusan gedung dan rumah telah membebaskanmu: maha perih dari aduh yang terus-menerus menguliti dasar hati; entah, mungkin sesuatu paling palung di bawah. kerak yang selalu terkikis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar