BETAPA ZAMAN SUDAH MELUPAKANMU
kamu tersenyum,sementara garis-garis rapuh
memenuhi mata dan pipi yang melebihi setengah abad itu
aku masih ingat, di sebuah masa kecil yang sendiri
kamu membawa semua tangisku di telapak tanganmu
mengusapkannya lembut-lembut,
seperti udara menyiangi paru-paruku
aku mendengar tapal kuda
kusir waktu melecut cemetinya
daun-daun gugur menghempaskan sesuatu
sebagaimana umur melumer di dirimu
bertambah tahun demi tahun
hingga suara tak lagi benar adanya : parau memanggilku
orang-orang yang berjalan seperti kura-kura kecil
memandang dunia sebagai senja yang ingin ditinggalkan
di jalan,rumah,nafas yang berputar agaknya setengah-setengah
pada lembar kalender yang terus berganti,nenek
lekas pula ada yang menggantimu,entah.walau nanti,
betapa jaman sudah melupakanmu
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar