Selasa, 31 Juli 2012

Morn



sajak terlebur di tubuh puisi,menyebabkan berbunga katakata mengiring pagi
sepi mendera,ruas jalan dingin.menyusut kabut fajar,cerlang pagi di tabhiskan
matahari yang merangkak melalui selimut langit.ingsut sedikit,awan yang tebal
kini berpori,seperti buih lautan.kota yang terlelap kini bangun terganjal sarapan
telur.mobil,motor dipanaskan di teras huma,lampulampu dimatikan

berulang kali aku menyuguhkan pagi dengan pantikan sepi,
seringkali aku bersunyi,terkungkung bersama kemelut kalut puisi
atau barangkalai aku sangsi,menggetar nalarku dengan hidup yang berlalu

30 Juli 2012 6.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar