sajak terlebur di tubuh puisi,menyebabkan berbunga katakata
mengiring pagi
sepi mendera,ruas jalan dingin.menyusut kabut fajar,cerlang
pagi di tabhiskan
matahari yang merangkak melalui selimut langit.ingsut
sedikit,awan yang tebal
kini berpori,seperti buih lautan.kota yang terlelap kini
bangun terganjal sarapan
telur.mobil,motor dipanaskan di teras huma,lampulampu
dimatikan
berulang kali aku menyuguhkan pagi dengan pantikan sepi,
seringkali aku bersunyi,terkungkung bersama kemelut kalut
puisi
atau barangkalai aku sangsi,menggetar nalarku dengan hidup
yang berlalu
30 Juli 2012 6.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar