Jumat, 13 Juli 2012

Mlati Lor




mlati lor desaku yang riuh
tumpah orang di jalan raya
kala esok memulai hari sekolah
lalu lalang bunyi klakson tak terarah
burungburung gereja menjajar di pagar
bersiur sesekali mengincar sagar.
mlatilor adalah sisi delta
dari tiga desa bersegitiga
ialah desadesa sibuk
berbelit jalan terlilit sabuk,
norowito,kidul,lor
samasama tentram dari konflik pelor.
kesemua saling membagi
petakpetak sawah yang dimiliki mlati.
desa riang yang malam hening
secuil bunyi bisa membangun orang
seberkas tapak dapat disebut maling.
desa kadang asing
saat hujanhujan terus bergeming
kadangpula ramah
kala rengkah tanah pohonpohon berbuah.
desaku yang cinta
syahdu langitlangitnya,
kala senja di jendela
kulihat sekolah sma beserta senja jingga
pohonan tugur raksasa
di tengah kuburan teduh sorenya.
jalan pramuka berderap larsa
tatkala anakanak kecil menginjaki tutup
tutup perairan bawah tanah
segerombol anak menuju barat
bersekolah dengan riangnya
dan pohon belimbing rumahku
terus berbesar,berbuah lebat
tergerumus itu belimbing di hancur gigiku
secipta manis mengiang di lidah.

mlati lor desaku indah
saat subuh fajar merambah
pagi kokok ayam dari barat
sebentar lambat lalu panjang berkokok kuat.
dan jalanpun lagi tumpat
padat dan rapat.
kami kembali,kami mengisi
hari hari tanpa iri tak usah dengki
sebab malam mlati lor berletupan konfeti
petasan sinar kembang api
kala ini juli,ramadan menanti.
bejagan adalah selatan perempatan
memisahkan norowito,kidul dan lor
semasjid menjulang serupa katedral
di pucuk adzan,takbir nanti menggema.
kita riuh menuju pusat kota di hari raya
bermaaf-maafan katakata tersohor
mengucap indahindah tak ada begal
hanya gitagita di bumbu doa
desaku cinta kota hari raya.

dedahan terserkah hujan gerimis
patahan ranting mendadak ke tanah
jalanjalanku terlalu licin menangis
tak peduli ujar,tak dengar pitarah.
namun mlati lor tetap menerimaku
menganggapku seperti dahulu
sebagai aku yang aku

Mlati Lor,Desaku 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar