Jumat, 13 Juli 2012

Gadis Dan Bossa Nova

:olivia ong

pada sebuah pediangan,kehangatan kita bagi bersama
dalam jarak tak bertempuh indonesia-amerika
adakah kau tahu,seorang pemuda tengah damba
kepadamu,lagumu,suaramu,semuamu…
setiap waktu lagu itu memburu,setiap itu aku tergelut sipu
kenangan berputarputar seraya rotasi bumi kepada matahari
selama 365 lebih hari,aku terus menulis puisi,mengurai luka cinta yang
diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
puisi ku kejar ia berlari,aku kembali puisi pergi,bagaimana seharusnya olivia?
bayanganbayangan suaramu terus mengimaji hatiku kala lagumu mulai
berputar dari waktuwaktu yang memungut rindu,tak apa walau berapa,
seperti pasti melengket pati.lagu mengusung janjijanji,katakata manis
permen anak kecil yang terebut dengan gampangnya.kau jua tahu,
bahwa ringo selalu menarik wanitawanita disisinya untuk didendangkan
lagu serupa lagumu.mungkin kau tak tahu,sebab hanya bossa nova yang
mengisi denyut nadi dan degup jantungmu pada setiap kehidupan.
bossa nova memang penuh letupan konfeti;sungguh riuh berhakiki.
disana ada gendang,trombon dan kawankawan instrumental lain
menunjukkan lagu memikat terkesan lambat,kita hidangkan kepada hati
masakmasak matang hangat dari penggorengan kata.melodinya seperti
meranduk sungai syahdu ditengah rawa diiringi pagi suci hari
yang bercerah langit-awannya.

suatu ketika,aku mungkin bakal lupa,telah mengenal dirimu lagumu
semuamu.atauatau kalaukalau kau berkunjung ke negaraku yang telah kolap
oleh nelangsanurani penguasa,kau jangan lupa mengucap duka lewat bossa nova
yang seakan absurd bossa nova nyanyi duka.lagulagu buat ceria tapi negeri selalu
bergita dengan keisengan pada Tuhan bermainmain,Tuhan laknatkan negeriku
dengan bencana,gempa,banjir,tsunami memporanda negeriku yang malang
termerdeka dari penjajah mengorbankan darah dan pejuang.olivia,amerika
dulu begitu jua,namun disana orang mesti bertanggungjawab atas perbuatannya,
tapi disini orang tak harus bahkan tidak bertanggung jawab pada apa yang telah
diperbuat.bossa novamu adalah penghiburku kala rindu menemu beku,terpekur
umur pada anganangan nglantur.berkhayal memang mesti setinggi langit
tanpa menjejak persada.pun berkhayal pula buat aku sakit terjatuh rasa.oh,tak apa,
asal ada kau,bossa nova dan hatiku yang masih bisa merasa luka dan membaring cinta
diatas ranjang rendarenda melati di jurai tudungnya.

olivia,sepertinya puisi ini ingin berkata kepujaan yang tak pantas
karena hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan diselenggarakan
dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar