Senin, 16 Juli 2012

Memecah

kata kata memecah dirinya menjadi papa
ada yang lari keutara,bersembunyi di balik celana
adapula yang terkungkung masuk ke peti di bawah meja
mereka memburai,dari kertas
bagai perut yang harakiri menumpahkan darah
hurufhuruf berceceran hanya sepersebutan tanpa digantung
mereka menjadi a,b,c,dan hurufhuruf alpa
tak kusangka mereka lari begitu cepat
hinggahingga ada satu yang terlewat
tercampak sendiri di tengah kaum yang singkat
kini huruf mesti kurajut kembali
menalinya menjadi suku kata
lalu memadatkannya di kanankiri sisi
serupa kata 'manis' yang m-nya terlepas menuju cangkir di meja
a-nya mengetukngetuk kaca jendela,n-nya berlompatan ingin menggapai gagang pintu,
i-nya berdiam gemetaran saking banyaknya hurufhuruf berceceran saling berjibaku,
dan s-nya diam,diam tak mau ambil pusing.toh,ia tahu,bahwa ia akan dirangkai kembali

sebelumnya manis menandakan bibirmu
wajah bulatmu kala terkena sinar yang beranjak dari ufuk timur
lembut suaramu yang menggemetarkan hati
landung rambutmu ketika tergerai puputan dari berantah arah

sekarang,kata 'manis'
tak lagi memiliki arti[...]

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar