sambil
membawa kantong plastik yang entah apa isinya
dia
memandangi stadiun atau cuma tidur diatas karton
matanya
yang tua,rambutnya yang pudar
ringkihnya
ia karena kehilangan masa jaya
menggiring
mimpimimpinya di lapangan itu
hanyalah
ia sekarang,memandangi bocahbocah
yang
bermain di lapangan
tanpa
tersulut semangat sekali,sudahlah dia bertepi
bola
yang menggelinding di hadapanya,takkan lagi di sepak
semua
telah dicuri semua sebagai mimpi
kadang
dia mengenakan plastik berguna topi
tertawa
sendiri,merintih begini
dialah
yang hilang.pahlawan lapangan terbenam
hatinya
gila terpenuhi juntaian dendam
kapten
telah binasa pikir dan rasa
adalah
sepatunya terseretseret penipuan
tergelantung
di atas tiang gawang
sepatu
kumal yang entah dari apa jaman.
Kudus,2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar