ama :kenangan
kami menjalari semua jalan di persimpangan
ada kalanya waktu mengingatkanku
untuk tahu,maghrib menjelang
namun ujar itu kuendap di hati
sebab kekasih dan aku mesti bersenang sekali
akupun
lupa
bahwa aku alpa
jalan raya dan
citacita
takkan berhasil tanpa doa
akupun kembali
ke kotaku yang
sepi
teman demi teman meninggalkanku
segelintir yang masih kembali
bertemu
dan menuntaskan rindu
akupun asap
bersama ia aku
melenyap
kekasih adalah pisau
mengurai darah
cinta milikku
akupun aku
tetap
bertumpu
pada
puisiku
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar