Rabu, 25 Juli 2012

Membaca Lunar



malam sepi ini,aku coba terka wajahmu
ceruk-ceruk terlihat jelas,pantas disebut super moon
adakah kau sedang galau
mengejar rindu yang terpekur beku?

suatu malam,malam setelah malam yang lalu,
ku lihat sepintas wajahmu
ah,tampak menyeramkan kelam hitam
apakah ini disebut gerhana bulan?

satu malam lagi kau sempal tapi baik hati
senyummu terpatri melengkung di sinarmu
inikah yang disebut bulan sabit?

suatu malam kemudian,kau hilang di telan awan-awan,
lalu ini disebut kematian?

2012

Salah satu puisi yang termuat di Buletin JEJAK Forum Sastra Bekasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar