:olivia
ong
pada sebuah pediangan,kehangatan kita bagi bersama
dalam jarak tak bertempuh indonesia-amerika
adakah kau tahu,seorang pemuda tengah damba
kepadamu,lagumu,suaramu,semuamu…
setiap waktu lagu itu memburu,setiap itu aku tergelut sipu
kenangan berputarputar seraya rotasi bumi kepada matahari
selama 365 lebih hari,aku terus menulis puisi,mengurai luka
cinta yang
diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang
sesingkat-singkatnya.
puisi ku kejar ia berlari,aku kembali puisi pergi,bagaimana
seharusnya olivia?
bayanganbayangan suaramu terus mengimaji hatiku kala lagumu
mulai
berputar dari waktuwaktu yang memungut rindu,tak apa walau
berapa,
seperti pasti melengket pati.lagu mengusung janjijanji,katakata
manis
permen anak kecil yang terebut dengan gampangnya.kau jua
tahu,
bahwa ringo selalu menarik wanitawanita disisinya untuk
didendangkan
lagu serupa lagumu.mungkin kau tak tahu,sebab hanya bossa
nova yang
mengisi denyut nadi dan degup jantungmu pada setiap
kehidupan.
bossa nova memang penuh letupan konfeti;sungguh riuh
berhakiki.
disana ada gendang,trombon dan kawankawan instrumental lain
menunjukkan lagu memikat terkesan lambat,kita hidangkan
kepada hati
masakmasak matang hangat dari penggorengan kata.melodinya
seperti
meranduk sungai syahdu ditengah rawa diiringi pagi suci hari
yang bercerah langit-awannya.
suatu ketika,aku mungkin bakal lupa,telah mengenal dirimu
lagumu
semuamu.atauatau kalaukalau kau berkunjung ke negaraku yang
telah kolap
oleh nelangsanurani penguasa,kau jangan lupa mengucap duka
lewat bossa nova
yang seakan absurd bossa nova nyanyi duka.lagulagu buat
ceria tapi negeri selalu
bergita dengan keisengan pada Tuhan bermainmain,Tuhan laknatkan
negeriku
dengan bencana,gempa,banjir,tsunami memporanda negeriku yang
malang
termerdeka dari penjajah mengorbankan darah dan
pejuang.olivia,amerika
dulu begitu jua,namun disana orang mesti bertanggungjawab
atas perbuatannya,
tapi disini orang tak harus bahkan tidak bertanggung jawab
pada apa yang telah
diperbuat.bossa novamu adalah penghiburku kala rindu menemu
beku,terpekur
umur pada anganangan nglantur.berkhayal
memang mesti setinggi langit
tanpa menjejak persada.pun berkhayal pula buat aku sakit
terjatuh rasa.oh,tak apa,
asal ada kau,bossa nova dan hatiku yang masih bisa merasa
luka dan membaring cinta
diatas ranjang rendarenda melati di jurai tudungnya.
olivia,sepertinya puisi ini ingin berkata kepujaan yang tak
pantas
karena hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan
diselenggarakan
dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
2012