Selasa, 31 Juli 2012

Haiku Pak Tua


seribu laron
menutupi lampu
jalanan

riak hijau
dimuntahkan orang tua
dan berkilat kemilau

cahaya malam
berpesta
gugurkan daunan

pak tua dan kacang
terus memendam angin
angin jalang yang kejam

seribu tasbih
dibacakan
istrinya di huma

00.42 1 Agustus 

Kemangi


tumbuh subur di liat gembur
tanah sehabis hujan semusim
daun wangi dengan rasa pedas
daun buat lauk bersama ikan
di piringmu.daun itu mampu
mengobati bau ketiakmu.dapat
memberimu hujan peluh,saat
menguburnya di perut bersamaan
dengan sambal.

dedaun itu tak pernah bermimpi
bisa bisanya kasta liar perdaunan
menjelma jadi raja sekelas kol seledri

terpampang bersama daging ayam bakar
dan harum nasi uduk.
tersaji bersama ikan goreng dan sambal terasi.

ia berkembang bersama rumput
tapi lain nasib.
ia di pamah manusia,sedang rumput
masih tetap begitu saja,
sebagai adonan roti di perut sapi.

2012

Tiga Ikat Puisi Untuk Entah



Malam Kondor

malam membekas kelam
berdesik dedaun
di tingkap jejauhan

ada saja yang mencoba
menangkap sisa hujan

lalu
aku tergetar
merinding menyayat puisi
dalam darahnya

huruf hurufnya
setiap baitnya
merintih menangis
menyebut rindu
menginginkanmu

1 Agustus00.28 2012

Melancholy Alpuca

kutanggalkan beban
terjelapak kakiku di tilam
dan mimpi membuatku tenggelam
telur cangkang retak
malam ini jam tak berdetak

aku nulis puisi
ssst…ada rindu
yang pelan pelan
membasuh wajahmu
di berantah waktu

1 Agustus 00.30 2012

Solitude

kesepian adalah jarum yang menusuk kulit pori
merajam,tanpa mengenal arti kejam
dan jam,terus ingsut dari waktunya yang larut

1 Agustus 00.32 2012

Morn



sajak terlebur di tubuh puisi,menyebabkan berbunga katakata mengiring pagi
sepi mendera,ruas jalan dingin.menyusut kabut fajar,cerlang pagi di tabhiskan
matahari yang merangkak melalui selimut langit.ingsut sedikit,awan yang tebal
kini berpori,seperti buih lautan.kota yang terlelap kini bangun terganjal sarapan
telur.mobil,motor dipanaskan di teras huma,lampulampu dimatikan

berulang kali aku menyuguhkan pagi dengan pantikan sepi,
seringkali aku bersunyi,terkungkung bersama kemelut kalut puisi
atau barangkalai aku sangsi,menggetar nalarku dengan hidup yang berlalu

30 Juli 2012 6.00

Rabu, 25 Juli 2012

Membaca Lunar



malam sepi ini,aku coba terka wajahmu
ceruk-ceruk terlihat jelas,pantas disebut super moon
adakah kau sedang galau
mengejar rindu yang terpekur beku?

suatu malam,malam setelah malam yang lalu,
ku lihat sepintas wajahmu
ah,tampak menyeramkan kelam hitam
apakah ini disebut gerhana bulan?

satu malam lagi kau sempal tapi baik hati
senyummu terpatri melengkung di sinarmu
inikah yang disebut bulan sabit?

suatu malam kemudian,kau hilang di telan awan-awan,
lalu ini disebut kematian?

2012

Salah satu puisi yang termuat di Buletin JEJAK Forum Sastra Bekasi

Minggu, 22 Juli 2012

Kisah Daun Jati

kami mesti bangun pagi-pagi

dengan wudhu embun
yang di sisakan malam,
memastikan apakah kami,
masih menempel di tangan dahan
ataukah tanpa sadar,
kami terkapar
di tanah yang keras dan kasar

kami perlu mengetahui
apa kami masih wangi
atau kering menggugur diri
tercampak sendiri.
kami dicabut musim yang terik
karena kami akan digunakan,
untuk menyelapik
daging hewan di pasar

Kudus,2012

Rambut Kekasih


rambut kekasih tergerai dihempas puputan
sementara,kekasih sejenak memejam mata
merasakan angin menghembusi dirinya

rambut kekasih harumnya sejambak melati
tercuci air sungai,melandungkan legamnya

kita tak pernah bertanya,rambutnya kenapa
dapat menjadi permai?

2012

Senin, 16 Juli 2012

Memecah

kata kata memecah dirinya menjadi papa
ada yang lari keutara,bersembunyi di balik celana
adapula yang terkungkung masuk ke peti di bawah meja
mereka memburai,dari kertas
bagai perut yang harakiri menumpahkan darah
hurufhuruf berceceran hanya sepersebutan tanpa digantung
mereka menjadi a,b,c,dan hurufhuruf alpa
tak kusangka mereka lari begitu cepat
hinggahingga ada satu yang terlewat
tercampak sendiri di tengah kaum yang singkat
kini huruf mesti kurajut kembali
menalinya menjadi suku kata
lalu memadatkannya di kanankiri sisi
serupa kata 'manis' yang m-nya terlepas menuju cangkir di meja
a-nya mengetukngetuk kaca jendela,n-nya berlompatan ingin menggapai gagang pintu,
i-nya berdiam gemetaran saking banyaknya hurufhuruf berceceran saling berjibaku,
dan s-nya diam,diam tak mau ambil pusing.toh,ia tahu,bahwa ia akan dirangkai kembali

sebelumnya manis menandakan bibirmu
wajah bulatmu kala terkena sinar yang beranjak dari ufuk timur
lembut suaramu yang menggemetarkan hati
landung rambutmu ketika tergerai puputan dari berantah arah

sekarang,kata 'manis'
tak lagi memiliki arti[...]

2012

Sabtu, 14 Juli 2012

Jadah



novianda      :kenangan terpertama

setelah kau melambai disamping tiang palka
aku ingat tempat pertama kita sering jumpa
di taman,burungpun kicau bernyanyi riang
aku mengingatnya dalam angan ingin kembali
bertemu kedua kali pada sebuah malka

sehabis kau melepaskan tanganku
kau hibahkan sebendung rindu
aku termangu,diam sepi berseteru
‘kenapa kau tinggalkanku?!’

seusai kau lesap dibawa kapal
aku terus merapal hafal
kejadian ini,tempat ini,kenangan ini
takkan kualpa dalam hari tua nanti

sebab kau kekasih
airmata di pipimu merembih
perpisahan adalah penjagalan
kepada dua hati yang tersatu ikatan

2012

Jumat, 13 Juli 2012

Dan Perpisahanpun Memakan Aku


:kemungkinan puisi terakhir buat O.E.T

senyumanmu masih jelas terkenang
hadir selalu seakan tak mau hilang
dariku,dariku[…]

diucap terakhir kala citacita terpental kerindingan
aku mengabar padamu,gadis terlapang di penjuru lubukku
hai engkau kini tualang dalam kabar tak berjermang
merpatimerpati masa kini yang berada di dalam ponsel
tak lagi menderingkan kabar darimu
lalu kutenung masa lalu
kupintal imaji landung rambutmu
yang tergerai tertiup angin
suatu pagi di kelas duabelas dulu
dan perpisahan lambat itu,
                     memakan aku
          menenggelamkanku
ke dasar amsal kegelapan
           bermisal kesunyian
                merpatipun mati
                      unggun apiku,
                           jua mati[...]

13 Juli 2012 00.35

Kupu


kepompong mengerosong
kupupun menjuarikan sayapnya
setelah hati kosong
pemuda terluka oleh cinta

dicarinya nektar bunga
sungutnya menjejak mahkota
pemuda menenung raba nasibnya
sepi tercipta cinta menyisakan luka

kupu menggamit bunga pagi
mendaratlah kupu diawali kaki
pemuda ia menetas sunyi
karena cinta tak bisa hakiki

2012

Hakikat Almanak

hanya akan kau tanggalkan angkangka basi yang terlalu,
dalam rampai hari demi hari.bertunaslah tanggaltanggal
                                         baru yang lebih banyak membilang
atau berganti bulan dan berlahir angkaangka kecil bilangan.
berpuluh tanggal dalam sebulan adalah ketentuah sebuah pedoman kehidupan.
                                                                                               di duabelas bulan setahun ini,
tanggal berjumlah 365.
kesemuanya memiliki inti,sebagai hari yang mesti kau lalui.
bersebutlah angka itu sebagai tanggal dan terantailah mereka hingga hari akhir
dan tanggalpun,bertanggal dan mati.

2012

Jaket


     ama          :kenangan

kami menjalari semua jalan di persimpangan
ada kalanya waktu mengingatkanku
untuk tahu,maghrib menjelang
namun ujar itu kuendap di hati
sebab kekasih dan aku mesti bersenang sekali

              akupun lupa
bahwa aku alpa
       jalan raya dan citacita
takkan berhasil tanpa doa

akupun kembali
     ke kotaku yang sepi
teman demi teman meninggalkanku
segelintir yang masih kembali
            bertemu dan menuntaskan rindu

akupun asap
     bersama ia aku melenyap
kekasih adalah pisau
        mengurai darah cinta milikku

                                           akupun aku
                                    tetap bertumpu
                                         pada puisiku

2012


Mbok Suminah


butir-butir tasbih di larut malam
dan pecah tangis
menangkap sama hujan yang gerimis
terbaulah itu darah amis!
menjalar dari kedua matanya
tangis merah yang tak kuasa
sebab anaknya yang lupa
rumah dan ibunya.

tertenunglah ia
dalam menjumlah butiran doa
nunggununggu anaknya
yang telah lama
dalam pengembaraan jati diri

matanya telah kerontang
tiada lagi geliat menantang
kehidupan di pelupuk mata
kian hari semakin hilang
terserap tangis menanti anak lanang

dari matanya tangis kering
berkucur darah anyir
tubuh bungkuk ringkih garing
tenang di atas sajadah
berjam-jam menggigir
fajar
kembali tunaikan ibadah.

adalah menantilah ia
ketika anak satu-satunya
yang dikasihi dan disayangnya
bertalu-talu tahun belum pulang jua

sekampung menengok keadaan gontainya
fisiknya menua
usia memakan rambutnya
serumpun putih menyeluruh kepala
kabar dari anaknya tiada didengardengarnya

sebatang kara
menempuh usia
tangisi anaknya
belum pulangpulang jua

hingga suatu perdzikiran
meminta tuhan
lalu terdengarlah dari dada dan pintunya
suara baret di daun pintu
orang hitam masuk tanpa permisi
menggelayutkan sabit kepadanya
maka
tertelungkuplah ia diatas sajadah dan doa.

2012


Kapten Majid


sambil membawa kantong plastik yang entah apa isinya
dia memandangi stadiun atau cuma tidur diatas karton
matanya yang tua,rambutnya yang pudar
ringkihnya ia karena kehilangan masa jaya
menggiring mimpimimpinya di lapangan itu

hanyalah ia sekarang,memandangi bocahbocah
yang bermain di lapangan
tanpa tersulut semangat sekali,sudahlah dia bertepi
bola yang menggelinding di hadapanya,takkan lagi di sepak
semua telah dicuri semua sebagai mimpi

kadang dia mengenakan plastik berguna topi
tertawa sendiri,merintih begini
dialah yang hilang.pahlawan lapangan terbenam
hatinya gila terpenuhi juntaian dendam

kapten telah binasa pikir dan rasa
adalah sepatunya terseretseret penipuan
tergelantung di atas tiang gawang
sepatu kumal yang entah dari apa jaman.

Kudus,2012

Kudus




adalah kota dengan wangi tembakau
kala matari memampang di langit tinggi
subuh,muadzin menyeru diatas menara
tua maupun muda menyuguh gita
mempersembahkan pada yang Esa,
menampilkan kesiur pertama burung gereja

ujud kota dengan harum malam
persimpangan kelimun manusia
kerjap merkuri lelampu temaram
berjibun riuh tak batas usia

dan dalam rengkuhnya,
tak mau aku berpaling
dari kota yang paling aku

Mlati Lor,Desaku 2012






Gadis Dan Bossa Nova

:olivia ong

pada sebuah pediangan,kehangatan kita bagi bersama
dalam jarak tak bertempuh indonesia-amerika
adakah kau tahu,seorang pemuda tengah damba
kepadamu,lagumu,suaramu,semuamu…
setiap waktu lagu itu memburu,setiap itu aku tergelut sipu
kenangan berputarputar seraya rotasi bumi kepada matahari
selama 365 lebih hari,aku terus menulis puisi,mengurai luka cinta yang
diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
puisi ku kejar ia berlari,aku kembali puisi pergi,bagaimana seharusnya olivia?
bayanganbayangan suaramu terus mengimaji hatiku kala lagumu mulai
berputar dari waktuwaktu yang memungut rindu,tak apa walau berapa,
seperti pasti melengket pati.lagu mengusung janjijanji,katakata manis
permen anak kecil yang terebut dengan gampangnya.kau jua tahu,
bahwa ringo selalu menarik wanitawanita disisinya untuk didendangkan
lagu serupa lagumu.mungkin kau tak tahu,sebab hanya bossa nova yang
mengisi denyut nadi dan degup jantungmu pada setiap kehidupan.
bossa nova memang penuh letupan konfeti;sungguh riuh berhakiki.
disana ada gendang,trombon dan kawankawan instrumental lain
menunjukkan lagu memikat terkesan lambat,kita hidangkan kepada hati
masakmasak matang hangat dari penggorengan kata.melodinya seperti
meranduk sungai syahdu ditengah rawa diiringi pagi suci hari
yang bercerah langit-awannya.

suatu ketika,aku mungkin bakal lupa,telah mengenal dirimu lagumu
semuamu.atauatau kalaukalau kau berkunjung ke negaraku yang telah kolap
oleh nelangsanurani penguasa,kau jangan lupa mengucap duka lewat bossa nova
yang seakan absurd bossa nova nyanyi duka.lagulagu buat ceria tapi negeri selalu
bergita dengan keisengan pada Tuhan bermainmain,Tuhan laknatkan negeriku
dengan bencana,gempa,banjir,tsunami memporanda negeriku yang malang
termerdeka dari penjajah mengorbankan darah dan pejuang.olivia,amerika
dulu begitu jua,namun disana orang mesti bertanggungjawab atas perbuatannya,
tapi disini orang tak harus bahkan tidak bertanggung jawab pada apa yang telah
diperbuat.bossa novamu adalah penghiburku kala rindu menemu beku,terpekur
umur pada anganangan nglantur.berkhayal memang mesti setinggi langit
tanpa menjejak persada.pun berkhayal pula buat aku sakit terjatuh rasa.oh,tak apa,
asal ada kau,bossa nova dan hatiku yang masih bisa merasa luka dan membaring cinta
diatas ranjang rendarenda melati di jurai tudungnya.

olivia,sepertinya puisi ini ingin berkata kepujaan yang tak pantas
karena hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan diselenggarakan
dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

2012


Mlati Lor




mlati lor desaku yang riuh
tumpah orang di jalan raya
kala esok memulai hari sekolah
lalu lalang bunyi klakson tak terarah
burungburung gereja menjajar di pagar
bersiur sesekali mengincar sagar.
mlatilor adalah sisi delta
dari tiga desa bersegitiga
ialah desadesa sibuk
berbelit jalan terlilit sabuk,
norowito,kidul,lor
samasama tentram dari konflik pelor.
kesemua saling membagi
petakpetak sawah yang dimiliki mlati.
desa riang yang malam hening
secuil bunyi bisa membangun orang
seberkas tapak dapat disebut maling.
desa kadang asing
saat hujanhujan terus bergeming
kadangpula ramah
kala rengkah tanah pohonpohon berbuah.
desaku yang cinta
syahdu langitlangitnya,
kala senja di jendela
kulihat sekolah sma beserta senja jingga
pohonan tugur raksasa
di tengah kuburan teduh sorenya.
jalan pramuka berderap larsa
tatkala anakanak kecil menginjaki tutup
tutup perairan bawah tanah
segerombol anak menuju barat
bersekolah dengan riangnya
dan pohon belimbing rumahku
terus berbesar,berbuah lebat
tergerumus itu belimbing di hancur gigiku
secipta manis mengiang di lidah.

mlati lor desaku indah
saat subuh fajar merambah
pagi kokok ayam dari barat
sebentar lambat lalu panjang berkokok kuat.
dan jalanpun lagi tumpat
padat dan rapat.
kami kembali,kami mengisi
hari hari tanpa iri tak usah dengki
sebab malam mlati lor berletupan konfeti
petasan sinar kembang api
kala ini juli,ramadan menanti.
bejagan adalah selatan perempatan
memisahkan norowito,kidul dan lor
semasjid menjulang serupa katedral
di pucuk adzan,takbir nanti menggema.
kita riuh menuju pusat kota di hari raya
bermaaf-maafan katakata tersohor
mengucap indahindah tak ada begal
hanya gitagita di bumbu doa
desaku cinta kota hari raya.

dedahan terserkah hujan gerimis
patahan ranting mendadak ke tanah
jalanjalanku terlalu licin menangis
tak peduli ujar,tak dengar pitarah.
namun mlati lor tetap menerimaku
menganggapku seperti dahulu
sebagai aku yang aku

Mlati Lor,Desaku 2012