ma,disini aku kau
keluarkan.dengan darah dan penghabisan
terdengar nyanyi
sendiri.yang mencuat dari bibir tipis.merah
darah dan aliran urat urat
yang masih terlihat.menggenggam
angin yang
sejuk.pertama.melihat wajah wajah yang asing dan
mendengar kata kata yang
belum pernah kudengar di rahim
kecuali lagu dan sabil doa
dari kitab.tentu saja,ma aku sangat
bersyukur bisa meluangkan
nyawa di globa yang cerah ini.
tapi aku takut,ma.bila
sesekali kehitaman dan tindakan mencela
dengan iblis terkekeh di
ujung pundakku,meraup banyak untung
ma,terus bagaimana aku
lepas.bahwa kodrat yang terbagi dari-nya
juga diperuntunkan
terhadangi bisikan setan.ma,jalan yang lalim
membuatku terus
berkelit.dewa yang kugambar tak mampu menjadi
kenyataan yang utuh.masih
tertinggal dua satu,dewa yang terkantuk
mabuk menunduk terus tega
meranduk mani di tubuhku.ma,
luka yang ditongkah para
perawan yang kencana,menjelma lintah
yang berat menghisap
darah.ringkih hati,kurus pikiran-akal kembali
bayi.ma,sewaktu
orok,kencingku masih wangi-setelah besar,kencingku
seperti tahi.disana-sini
hanya ada gunung yang tinggi,puncaknya hangat
mengandung butiran
kehidupan.ma,amsalkan aku pada sebuah silabel
wa agar aku tetap
diwahaikan dalam kitab yang kuimani.kemukus
berlayar di tengah malam
membenam gairah kelam menyamar di tingkap
kesiur seekor balam.ma,aku
tetap rindu.terus memburu.gadis sesuai
perjalanan kaki yang belum
pecah seperti kakimu,harus mengerti
hidup garam gula
ini.sebab,pasti liang menganga memanggil manggil
nantinya.ma,awan awan
berarak ke berantah entah bagian lain bumi,
burung melindap menuju
rimbun pohonan,kala hujan turun tiba tiba
pelangi semu—menyamar di
ketutupan langit yang kabut.menyemarak
warna tercampur setelah
diaduk Ia.tubuh ini tetap menghadirkan kecewa
padamu,ma.namun berusaha
perihal kemenangan yang telah melewati
alah dunia yang fana namun
menjila di seputar bawah pusar.ma,cahaya
menembus langit langit
globa.menempuh jalurnya yang musykil.umbi umbi
ditanam udara,menumbuhkan
sulur yang panjang.membuahkan kehidupan
kecil yang sedikit
disadari.tangan yang dulunya putih kini keruh membenam
hitam.di telapaknya
menjalar kebutuhan yang dosa.di kanan kadang amal
di kiri lebih dosa.menyemarak
dalam tubuhku.larangan dan dogma seputar
bagaimana hidup yang
semestinya.tapi,ma,aku menganut
kepadamu.apa
apa yang menjadi kata dari
mulutmu,aku percaya sebenarnya surga yang ada
di telapak kakimu itu
telah menjelaskan perihal kenikmatan yang telah ada
sebelum aku menempuh
dosa.sebab kaki itu yang membersihkan sisa duburku
sewaktu kecil di depan
sumur.kaki itu setia mengantarku kemana mainan yang
bagus berada.kaki itu
tetap.dimasa aku tua nanti menanti sebuah mati,kaki itu
harus kucium sepenuh
hati.kubasuh air lalu kuminum.entah kapan?atau tabiat
berubah menjelma malin.ah!
itu edan.membuang darah dari pengalirnya sendiri
aku tak mau Ia dan
kau,ma--marah padaku.moga kalian tetap sayang padaku
mata yang dibuat Ia
berasal dari darahmu,tangan yang berdosa berasal dari darahmu
kaki yang hina,hati yang
hitam berasal dari darahmu.ma,maafkan aku jika darah
yang kaupinjamkan ini
malah dibuat dosa dan keruh bukan lagi merah
sebab,fana itu
mengasyikkan dan indah.menggiurkan dan tak dapat tertahan
ma,maaf.ma,khilaf.entah
sampai kapan dosa terus kubuat.meski bahkan nabipun
pernah membuatnya.banyak
sekali celah menjadikan dosa di globa ini.seperatus
dosa terbanding satu
pahala tindakan mesti dikira kira,diakalkan apakah benar
atau salah.karena para pencatat
tahu apa yang telah terbuat.ma,di tubuhku yang
hangat sisa kenangan kasih
sayangmu yang dalam lagu,bagaikan sang surya
menyinari dunia—aku alpa
tentang cara membakti itu.dimana sosok aku belum
mampu.lihat saja aku ma,di
usia yang dua puluh masih bergantung padamu
mungkin ini aku,selalu
menggantung padamu tidak untuk tidak
ma,tanganmu yang selebar
ribuan hamparan ladang di globa pasi ini,telah tahu
semenjak aku masih
terkungkung beku di kandungmu.bahwa menjadi sepertimu
harus penyayang.aku laknat
banyak ma muda yang membuang rupa aku di jalan
jalan.di tutupi seutas
selendang atau plastik hitam dan kardus.terbiar mati di bunuh
angin kejam.ma,mereka
telah lupa atau tak siap bagaimana caranya menjadi sepertimu
jukung rapuh,berlayar di
titik lentik embun waktu yang fajar.kelap kelip mercusuar
membuyar temaram menyamar
tegar.disitulah laut yang jinak sesekali sumengit.
memendam sepi yang
menjalar di urat urat yang tak terlihat lagi.pepasir beringsut perlahan
terjilam ombak buih yang
menyeretnya tenggelam di air laut.tubuhku tetap memandangmu,
ma.sebagai rumah yang
mesti aku pulang sewaktu waktu jika kepatahan arang membayang
hidup palsu,masih jauh
menempuh mati nanti.ma,aku berterima kasih
2012,Puisi Untuk Ulang
Tahunku yang ke-20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar