Selasa, 18 September 2012

Otobiografi 20

ma,disini aku kau keluarkan.dengan darah dan penghabisan
terdengar nyanyi sendiri.yang mencuat dari bibir tipis.merah
darah dan aliran urat urat yang masih terlihat.menggenggam
angin yang sejuk.pertama.melihat wajah wajah yang asing dan
mendengar kata kata yang belum pernah kudengar di rahim
kecuali lagu dan sabil doa dari kitab.tentu saja,ma aku sangat
bersyukur bisa meluangkan nyawa di globa yang cerah ini.
tapi aku takut,ma.bila sesekali kehitaman dan tindakan mencela
dengan iblis terkekeh di ujung pundakku,meraup banyak untung
ma,terus bagaimana aku lepas.bahwa kodrat yang terbagi dari-nya
juga diperuntunkan terhadangi bisikan setan.ma,jalan yang lalim
membuatku terus berkelit.dewa yang kugambar tak mampu menjadi
kenyataan yang utuh.masih tertinggal dua satu,dewa yang terkantuk
mabuk menunduk terus tega meranduk mani di tubuhku.ma,
luka yang ditongkah para perawan yang kencana,menjelma lintah
yang berat menghisap darah.ringkih hati,kurus pikiran-akal kembali
bayi.ma,sewaktu orok,kencingku masih wangi-setelah besar,kencingku
seperti tahi.disana-sini hanya ada gunung yang tinggi,puncaknya hangat
mengandung butiran kehidupan.ma,amsalkan aku pada sebuah silabel
wa agar aku tetap diwahaikan dalam kitab yang kuimani.kemukus
berlayar di tengah malam membenam gairah kelam menyamar di tingkap
kesiur seekor balam.ma,aku tetap rindu.terus memburu.gadis sesuai
perjalanan kaki yang belum pecah seperti kakimu,harus mengerti
hidup garam gula ini.sebab,pasti liang menganga memanggil manggil
nantinya.ma,awan awan berarak ke berantah entah bagian lain bumi,
burung melindap menuju rimbun pohonan,kala hujan turun tiba tiba
pelangi semu—menyamar di ketutupan langit yang kabut.menyemarak
warna tercampur setelah diaduk Ia.tubuh ini tetap menghadirkan kecewa
padamu,ma.namun berusaha perihal kemenangan yang telah melewati
alah dunia yang fana namun menjila di seputar bawah pusar.ma,cahaya
menembus langit langit globa.menempuh jalurnya yang musykil.umbi umbi
ditanam udara,menumbuhkan sulur yang panjang.membuahkan kehidupan
kecil yang sedikit disadari.tangan yang dulunya putih kini keruh membenam
hitam.di telapaknya menjalar kebutuhan yang dosa.di kanan kadang amal
di kiri lebih dosa.menyemarak dalam tubuhku.larangan dan dogma seputar
bagaimana hidup yang semestinya.tapi,ma,aku menganut  kepadamu.apa
apa yang menjadi kata dari mulutmu,aku percaya sebenarnya surga yang ada
di telapak kakimu itu telah menjelaskan perihal kenikmatan yang telah ada
sebelum aku menempuh dosa.sebab kaki itu yang membersihkan sisa duburku
sewaktu kecil di depan sumur.kaki itu setia mengantarku kemana mainan yang
bagus berada.kaki itu tetap.dimasa aku tua nanti menanti sebuah mati,kaki itu
harus kucium sepenuh hati.kubasuh air lalu kuminum.entah kapan?atau tabiat
berubah menjelma malin.ah! itu edan.membuang darah dari pengalirnya sendiri
aku tak mau Ia dan kau,ma--marah padaku.moga kalian tetap sayang padaku
mata yang dibuat Ia berasal dari darahmu,tangan yang berdosa berasal dari darahmu
kaki yang hina,hati yang hitam berasal dari darahmu.ma,maafkan aku jika darah
yang kaupinjamkan ini malah dibuat dosa dan keruh bukan lagi merah
sebab,fana itu mengasyikkan dan indah.menggiurkan dan tak dapat tertahan
ma,maaf.ma,khilaf.entah sampai kapan dosa terus kubuat.meski bahkan nabipun
pernah membuatnya.banyak sekali celah menjadikan dosa di globa ini.seperatus
dosa terbanding satu pahala tindakan mesti dikira kira,diakalkan apakah benar
atau salah.karena para pencatat tahu apa yang telah terbuat.ma,di tubuhku yang
hangat sisa kenangan kasih sayangmu yang dalam lagu,bagaikan sang surya
menyinari dunia—aku alpa tentang cara membakti itu.dimana sosok aku belum
mampu.lihat saja aku ma,di usia yang dua puluh masih bergantung padamu
mungkin ini aku,selalu menggantung padamu tidak untuk tidak
ma,tanganmu yang selebar ribuan hamparan ladang di globa pasi ini,telah tahu
semenjak aku masih terkungkung beku di kandungmu.bahwa menjadi sepertimu
harus penyayang.aku laknat banyak ma muda yang membuang rupa aku di jalan
jalan.di tutupi seutas selendang atau plastik hitam dan kardus.terbiar mati di bunuh
angin kejam.ma,mereka telah lupa atau tak siap bagaimana caranya menjadi sepertimu
jukung rapuh,berlayar di titik lentik embun waktu yang fajar.kelap kelip mercusuar
membuyar temaram menyamar tegar.disitulah laut yang jinak sesekali sumengit.
memendam sepi yang menjalar di urat urat yang tak terlihat lagi.pepasir beringsut perlahan
terjilam ombak buih yang menyeretnya tenggelam di air laut.tubuhku tetap memandangmu,
ma.sebagai rumah yang mesti aku pulang sewaktu waktu jika kepatahan arang membayang
hidup palsu,masih jauh menempuh mati nanti.ma,aku berterima kasih

2012,Puisi Untuk Ulang Tahunku yang ke-20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar