:gadis
telah kau mengerti apa isi sajak ini? ya…,tapi oi! aku
juga belum mengerti
sajak yang kusajakkan kali ini.setelah semua kelopak
bunga menguncup,
disihir senja yang makin tenggelam dalam kelam menitih malam.jejak,
dihapus debu yang terbenam di jalan raya.memulai mula
dari asalnya
sebab,akan jadi malam yang telah larut—malam yang lanjut
sebut saja sajak ini,tak berisi.oleh karenanya,tak ada
satu kata yang menyebut
cerita.ataupun sebuah makna yang dicipta dari untaian
kata.maka,sebut saja
ini sebagai sajak biasa.yang terbaring di goyangan bunga
lili yang terpiuh angin
agar kau mengerti,sebenarnya sajak ini masih ada di dalam
diri
menyebutmu dengan penuh sungguh.kerap kali di rahim mimpi
di perjalanan yang tak bisa menyembunyikan raut wajah
supaya tak menua dan menggundah.terlelap dan mati
sebut saja sajak ini,sajak yang tak peduli.betapa sajak
ini adalah dirimu
yang bertungkus lumus menujum umur di sisa wajah yang sedang mendengkur
Kudus,2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar