Jumat, 28 September 2012

Mencatat Pisau


 /1/
kau iris gigir tubuhmu dengan kata.lupa bagaimana
sepasang mabuk,tertangkap di remang malam
kapan dan bagaimana,hanya hati yang mampu mengenal
sebab,sepasang itulah,yang pada akhirnya menjelma merpati

kau belum tahu? kau mesti tahu.laut yang menggoyang kapal
akan menuntaskan arti:sebuah ucapan yang terakhir,selamat tinggal
kedua merpati akan saling terbang beriring,mengucap mentari yang suci
lalu mendarat pada hijaunya taman.bertelur dan mesti terbang lagi
karena,merpati yang menjelmakan sepasang tadi,mengumbar arti

tentang cinta yang sudah bara.mengasihi yang keterlalu
hingga seorang gadis(seperti kau) telah alpa,bagaimana jalan pulang
seharusnya.sampai sampai, gadis(seperti kau) menyerahkan bebunga
tanda tergoda,telah lena.menyerah kepada rayuan bangsa buaya(aku)

/2/
sepasang mata,bisa membuatmu terlena
lupa semuanya.waktu seakan gegar
bagaimana ia menata detak detik
agar tak percuma dan melahirkan jam

sebuah bibir,bisa membuat kami (aku) berandai
adakah kami(aku) dapat menangkap satu?
agar satu dari satu itu menjadi milik kami (aku)?
seperti awan awan yang mengarakkan dirinya
ke pusat hari yang menjelma senja

mungkinkah kita(kau aku) menjelma merpati
yang akhirnya pulang dengan mencuri masing
masing dari sebuah hati(hatimu,hatiku)?
sedang,hanya puputan yang mampu menyuara rindu

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar