jatuhlah mata kami pada sepasang mata
runcing menusuk pori pori yang cinta
serupa tanduk narwhal kutub yang anggun
ya,mata itu—matamu
menjaringku dalam dalam
menjaring kami dalam kelam
runtuh subuh di fajar lesi
dedaun terantuk embun
jatuh satu satu,air menitih jalannya pulang ke tanah
di segala doa,ada doa doa yang rahasia
seperti bir kata kata yang kutenggak
kukulum dan menyemburkan gejolak
tembok tembok kampus dan bebunga yang wangi di pagi
matahari dan kaca jendela
papan tulis dan meja tulis
kesemua merenggut namamu
sedang kami,begitu betah berlama lama
memainkan hati di ulunya yang merah
Umk,2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar