dari penjelasan yang berputar
putar,hanya akan kutemui di dalamnya dua layangan sedang dimainkan seorang anak
yang selalu berlari ketika menerbangkannya.rumput yang digetarkan
puputan,takkan kalah kepada layangan yang digerakkan tangan.begitu pula kaki
yang digerak oleh pikiran selalu di depan segenap bayangan.aku hanya melewati
hari hari,tanpa tahu ada secuil duri dalam rumah yang kucinta ini.di duri
itu,berpinaklah kutu kutu yang menyebar ke dinding dinding sehingga menimbulkan
gemeretak retak.mereka berkoloni,saling membagi peleton dan salah satu menjabat
sebagai danton.menumbuhkan ulat ulat yang kasat mata,menjalari perasaan yang
berspekulasi tentang sebuah bunga harapan yang di harapkan berujud cantik pada
musim yang pas,namun semua terlambat.segala spekulasi keinginan dan angan
angan,terbantah mulut manis ulat ulat astral yang menggelinjang menelusup ke
rongga hati yang paling palung.seketika duka merana merintih tertatih tatih
menjalari katup mata.dan rasa kecewa,selalu dan selalu muncul disaat belaka
aku ungkapkan kepada apel apel
yang telah busuk dipasar,supaya mereka jangan berbaur dengan apel apel segar
yang dipajang di depan sebuah toko buah yang megah.etalase etalase memuat
beraneka macam taart.salah satunya,sebenarnya haram jika kau makan:rasa black
forest.aku telah lama lupa,bagaimana cara menjaga agar air air yang tersimpan
di dalam mata tak membah secara tiba tiba.sekarang air itu mengalir ke mataku
menanarkan seonggok pilu yang kulihat di punggung ayahku yang makin tipis
terbebani kehidupan morgana ini.sungguhlah aku hanya akan melukis wajahku
dengan muka senyum lengkung bawah dan dua airmata menetes berwarna biru,sama
seperti badut badut yang kutakuti dahulu.hanya nubuat nubuat dan wahyu yang
akan menyirat ubun ubun yang terpilih.yang Maha mungkin telah memberiku
semua,namun rasa tak berterima kasih terus melingkar di hati serupa tahi
melingkar di usus setiap malam menjelang.busuk dan kufur.maka salahkah aku bila
terus meminta dan meminta kepada Ia? sesungguhnya aku hanyalah beban kecil di
jentik sidik-nya.kini aku berharap,wajah ayah kembali berseri serupa sinar
mentari yang menjulang dari timur
udara yang tersisa di rumahku
yang terasnya setiap waktu dijatuhi buah belimbing matang,kini tersisa
sedikit.ayah,ibu,kakak dan adik mesti berbagi denganku.sebab banyak ulat ulat
yang gemar melahap oksigen kami sehingga hanya bersisa sehela saja.semoga saja
pestisida yang kami pesan akan segera datang,atau mungkin kami tertipu? karena
telah kami berikan kemurahan pada sales pestisida itu;emas dan harapan.
13 September,2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar