pergilah di balik rumpun panjang ilalang
bila hujan menikam punggung telanjang
permainan meski berhenti di sini
meski bola sepak adalah mimpi
kita anak-anak yang dibesarkan waktu
harus mengalah terlebih dahulu
hujan yang garang,menghujam bagai jarum
tanah pertama hujan yang begitu harum
kemana kita mendapati gerimis berkubang
walau jalanan terus dilindas roda kehidupan
hingga mencekung dan membentuk lubang
sesia-sia tampungan mimpi kita pada kedua kaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar