selepas menanggalkan hujan,telanjang tanpa dibalut kerinduan
ratusan kelopak embun tertimbun menunggu fajar dan
lonceng gereja
sebuah jejak dihapus gerimis yang mengurai tanpa jeda
bila kembali kekasih,tangan yang pedih pisau yang hampa
terbuka menjelma satin,salju,kapuk lembut penuh terentang
jikalau tetap berada di jalan panjang,tak pernah berpikir
pulang,
terbanglah merpatiku jauh menuju sisa waktu menemukanmu
pada saat usia berlipat-lipat dan tongkat menjadi kaki
ketiga
selepas menanggalkan hujan,terbuka menganga tanpa suatu
apa
dibiarkannya ratusan butir merasuk dari celah jendela
dan menangisi dinding yang berjamur usia
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar