tahukah di mana letak mati itu berada?
manusia berhenti mencarinya saat ia tahu
sebelumnya,mereka selalu menantangnya
entah sadar atau tidak.pada atap kereta-kereta
yang melaju cepat,mereka menaikinya
pada jurang-jurang dan sungai ganas,mereka
mencoba menaklukannya.sebisa mungkin
tapi malah,maut dan mereka,sama-sama
tersenyum.meringis dalam tekanan dan masalah
orang-orang takkan menaiki punggung kereta
jika mereka mampu membayari hidupnya dengan kerja
orang-orang tak mungkin mencoba menaklukan
jurang dan sungai,bila sungai dan jurang mampu
berkata,’stop!dilarang bermain atau merokok di sini’
kita bisa saja terpeleset di muka dunia.jatuh,mati
tapi dunia belum menemukan kita.menantangnya
seperti para penebang-penebang pohon yang butuh
kayu untuk hidupnya,namun banjirlah yang membunuhnya
atau seperti pengeruk-pengeruk batu yang longsor
menimpa tubuhnya.hidup adalah bagaimana mengolahnya
sementara negara tak mampu membikin kita benar-benar
merdeka.maka kita nikmati saja,berpesta di atas kereta,
bersiul sambil mencukil batu-batu satu persatu hingga
ambruk,
mengurangi segalanya tanpa tahu bagaimana mengakhirinya
dan letak mati sebenarnya,ada pada tanah-tanah yang
menyimpan kekayaan namun tak pernah dinikmati sekalipun
oleh para penghuninya.orang-orang asing menjelma
perampok cerdas.orang-orang pribumi menjadi tukang
saksikanlah,kita berada pada lonjoran-lonjoran keringat
sendiri
dengan bayaran picisan dan upah minimum.teronggok
sampai mati.
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar