Jumat, 08 Maret 2013

Bangsal Kehidupan


tahukah di mana letak mati itu berada?
manusia berhenti mencarinya saat ia tahu

sebelumnya,mereka selalu menantangnya

entah sadar atau tidak.pada atap kereta-kereta

yang melaju cepat,mereka menaikinya

pada jurang-jurang dan sungai ganas,mereka

mencoba menaklukannya.sebisa mungkin



tapi malah,maut dan mereka,sama-sama

tersenyum.meringis dalam tekanan dan masalah

orang-orang takkan menaiki punggung kereta

jika mereka mampu membayari hidupnya dengan kerja

orang-orang tak mungkin mencoba menaklukan

jurang dan sungai,bila sungai dan jurang mampu

berkata,’stop!dilarang bermain atau merokok di sini’



kita bisa saja terpeleset di muka dunia.jatuh,mati

tapi dunia belum menemukan kita.menantangnya

seperti para penebang-penebang pohon yang butuh

kayu untuk hidupnya,namun banjirlah yang membunuhnya

atau seperti pengeruk-pengeruk batu yang longsor

menimpa tubuhnya.hidup adalah bagaimana mengolahnya

sementara negara tak mampu membikin kita benar-benar

merdeka.maka kita nikmati saja,berpesta di atas kereta,

bersiul sambil mencukil batu-batu satu persatu hingga ambruk,

mengurangi segalanya tanpa tahu bagaimana mengakhirinya



dan letak mati sebenarnya,ada pada tanah-tanah yang

menyimpan kekayaan namun tak pernah dinikmati sekalipun

oleh para penghuninya.orang-orang asing menjelma

perampok cerdas.orang-orang pribumi menjadi tukang

saksikanlah,kita berada pada lonjoran-lonjoran keringat sendiri

dengan bayaran picisan dan upah minimum.teronggok

sampai mati.



2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar