Senin, 18 Maret 2013

Sajak Stephane Mallarme


Makam Edgar Allan Poe

Seperti keabadiaan pada akhir yang menjelma dalam Dirinya,
Penyair membumbung dengan dua-pedang bermata telanjang,
Abadnya terkejut sebab diabaikan
Kejayaan mati dalam suara asing!

Mereka,serupa sampah dari Hydra,menguping para malaikat
Sekali menghibah akal yang lebih murni kepada kata dari para puak,
Lantang memaklumatkan ramuan sihir,merasuk
Oleh sejumlah bir legam pasang,dan kehinaan.

Barangkali imajinasi kita dapat menatah ujud relief
Dari perseteruan minyak dan awan,O kesedihan,
Dengan beranda makam Poe yang menyilaukan,

Biarlah granitmu yang akhirnya menandai tapal batas selamanya,
Rebah pelan sebongkah di sini oleh sebagian kelam poranda,
Untuk gulita melayang dari Hujatan menyerpih melewati masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar