Minggu, 11 Agustus 2013

YANG TERLELAP TAK BISA LENYAP

kutemukan ketololanku berbaris di jalan
di emper toko kulihat kesialan terlelap
dan di plaza tempatmu tertawa,kusadari
kebodohan menempel pada wajahku
sebagai parasit yang siap menghisap

lalu hujan demi hujan menitik
detik-detik menetas dari jam
kamu bercanda,dengan sungguh-sungguh
bahwa cinta adalah seorang bodoh
yang mesti disakiti berkali-kali
persis seperti budak-budak jaman jahiliyah
maka aku membungkus bayang dirimu
kulemparkan untuk segala serapah
yang telah kuhafal di masa kanak:
kesenangan tanpa mengenal jenismu

aku sendiri,memecahkan diriku
di banyak tempat yang kita kenal;
di kampus yang basi penuh ketololan
di perpustakaan yang membosankan
di kamar kecil tempat umpat berteduh
di antara rimbun pohon menangkap angin
kulepasi tubuhku menjadi bagian-bagian
agar lenyap ini luka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar