di emper toko kulihat kesialan terlelap
dan di plaza tempatmu tertawa,kusadari
kebodohan menempel pada wajahku
sebagai parasit yang siap menghisap
lalu hujan demi hujan menitik
detik-detik menetas dari jam
kamu bercanda,dengan sungguh-sungguh
bahwa cinta adalah seorang bodoh
yang mesti disakiti berkali-kali
persis seperti budak-budak jaman jahiliyah
maka aku membungkus bayang dirimu
kulemparkan untuk segala serapah
yang telah kuhafal di masa kanak:
kesenangan tanpa mengenal jenismu
aku sendiri,memecahkan diriku
di banyak tempat yang kita kenal;
di kampus yang basi penuh ketololan
di perpustakaan yang membosankan
di kamar kecil tempat umpat berteduh
di antara rimbun pohon menangkap angin
kulepasi tubuhku menjadi bagian-bagian
agar lenyap ini luka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar