Kamis, 15 Agustus 2013

DI BAWAH POHON ITU,DULU KITA TERSENYUM



: d

berapa dari kalian yang kembali,pada sebuah pantai
desir ombak memanggilmu dengan ingsut pasirnya
aku masih ingat perahu yang kita gunakan untuk
mengukur seberapa jauh kita bisa membawanya
meski dua dayung yang bodoh menjelaskan arah
sudah sangat membikin girang hati kita yang lulus
dari sebuah jenjang ilmu penuh kisah cinta

dan kamu,setahuku sudah begitu mengenal laut
tubuhmu yang gading putih dengan kacamata hitam
memberi foto untuk mengabadikan kita berdua
yang kandas setelah ini sebagai jarak-jarak
merentang nasib-nasibnya sendiri

kamu tersenyum mengingat kita yang bodoh
mengartikan ucapan-ucapan gagalku yang dulu
sempat ingin membagikan kerinduan maha besar
kepada jawaban darimu yang maha menolak
aku telah pasrah,meski angin sudah nikmat
mengirim lembut usapanmu padaku

aku yang memotretmu,diam-diam ingin kembali
di mana eksak masih sangat asyik menelurkan
jawaban-jawaban yang kita susun pada sebuah kursus
dan kecerewetan dirimu menafsirkan segala omongan
dengan baik kamu membawa kejutan-kejutan
tentang—bagaimana tubuh bisa begitu dimaknai
sebagai sesuatu yang maha diinginkan—

kusepuhkan ingatan-ingatan,kembali pada pohon
yang sangat baik menaungkan keberadaannya untuk
liburan selepas menanggalkan kegusaran ujian
dan kamu,dengan kacamata dan tingkah manja
memanggilku agar terjaga

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar