Jumat, 23 Agustus 2013

HITAM HANGUS JELAGA



hamba dari segala kesesalan:aku.inilah yang kumaksudkan:
bilamana petang bersembunyi di lidah malam,burung-burung
kembali memutari senjakala,kita sudah mesti bingkas
dan meninggalkan masing-masing dari diri,menuju ke luas
ke tapal batas.angkasa yang pura-pura tak melihat kita
merangkak dengan gegas mendaki udara memenuhkan diri

sebelum memecah jutaan butir kerinduan pada angin
pada bentuk yang tak berbentuk.aku aminkan hidup
dari pembakaran cinta kayu dengan sulut panas api
kesederhanaan mengulangkan arti cinta yang sejati
bertemu dengan debu dan memadukan diri dalam-dalam
kita sudah sangat tenang-tentram tak ada lagi kemasygulan

panjatkanlah doa hablur ini.pada musim yang selalu bergerak
dan kebisuan berteriak mengetahui panjang usia hanya menit
setelah urusan-urusan yang tak terbataskan waktu singkat
hanyalah terus memanjat memenuhi udara dan tersapu lembut

jika kematian datang tanpa perlu menyiksa,aku bersyukur
malaikat-malaikat penuh seperti pasir.hisap aku dengan cepat
dan layarkan ke dunia bawah melewati charon.
tempat,yang barangkali aku bisa teduh mengikuti
cahaya kunang-kunang

2013

Minggu, 18 Agustus 2013

SAJAK-SAJAK BAGUS BURHAM DI KORAN MURIA MINGGU 18 AGUSTUS 2013

Koran Muria adalah koran lokal Kudus yang baru tahun ini terbit,semoga dapat dinikmati puis-puisi awal saya ini,terima kasih..Epapernya dapat ditemukan di : koranmuria.com



DI TENGAH ORANG SAKIT

tertidur.orang sakit tidur berbantal harapan
mungkin,suatu waktu dalam mimpi
mereka-mereka menemukan sepotong
petunjuk atau resep kebahagiaan
yang menjadikan diri mereka sehat
dan bangun fajarkala dengan senyum lebar

orang-orang sakit memakai piyama kenangan
dahulu,hal-hal apakah yang membikinya luka
tapi keluarga,selalu bersetia dalam rengkuhan
ada saja tawa mengenangkan kebiasaan jelek
yang menjadikan mereka harus berbetah tidur
menjelma pasien sebuah rumah

jika saja,ada satu baris puisi yang dapat jadi pil
lalu dibacakan lantang-lantang oleh mereka
dan hilanglah sudah penyakit itu,
maka puisi,bisa jadi kapsul kegembiraan
bukan kesedihan para penyairnya

2013
LIRIKA AIRMATA

1/dengarlah bunyi hujan menggigil sendiri
   meraung-raung di lorong-lorong kegelapan,
   mendengarkan mereka menari sendiri
   runtuh teriakan-teriakan tenggelam di kegelapan
   sambut dari airmata pertamamu meluncur sendiri
  ruang penuh kalimat-kalimat kerinduan yang gelap
   tidur,tidurlah membenamkan mimpi-mimpi sendiri
   sementara kesedihan tetap mengujar meski kau lelap
   dalam gelap,engkau menghanyutkan kesunyian sendiri.

2/akulah si papa yang berjalan-jalan di matamu
    tak pernah tersedekahi waktu;sedikit getar  jarum jam
    merengek menarik gaun semesta ini,
    supaya,sebekas belas bagi budak mencari mula kata,
    yang tak pernah dikatakan penyair manapun;
    seranum wangi melati ganih fajar kala,semegah
    kelepak elang di luas udara,seaduh rajah bagi pezina.
    di kedua bola legam itu,mengedip tiap kali angin pahit,
    ditubrukan tangan nasib,kita sama-sama sepi
    sebab engkau diam bagai arca penunggu gapura,
    dan aku cuma orang miskin tersuruk sisa kata-kata.

3/lima menit dari turunnya air asin itu,dunia dipenuhi banjir.
    nuh meratap di atas perahu menyaksikan kita yang bodoh,
    tak ada yang mempercayai orang tua dengan perahu di
    darat tandus;tak ada kebenaran untuk diikuti
    di tengah keburukan.maka,kita adalah patung beku
    ;selalu tuli jika diberi tahu.perahu itu berlayar
    serapuh kertas lipat masa kecil.dari zaman ke zaman
    melewati rupa perang dan penindasan dari apapun,
    melahirkan air yang meleleh lewat ekor mata.

April,2013

NOTRE DAME, DENTANG LONCENG-LONCENG

:quasimodo

dengarlah bunyi lenguh paling aduh mirip getir
seamsal ratusan petir yang menyambar
dan si bungkuk tak punya cinta selain si gipsi
yang menari di jalan kecil berlantai batu-batu mungil

  kausayat hati itu dengan kesia-siaan,tiada lagi
  yang mencintai diri selain sendiri.sesepi gemuruh
  lonceng-lonceng yang engkau kasihi nama-nama
  mirip beberapa gadis suci di kaki mesiah dahulu

burung merpati yang coba hinggap di lekuk licin lonceng
sebelum ia terantuk pentung pembunyi,ia masih
menunggumu menjatuhkan airmata kekalahan
disebatlah engkau jadi kutuk paling lapuk

senja yang tiba mengurungnya,karena sangkar gereja
adalah kehampaan serupa lilin khidmat doa malam
atau perenungan seorang pendosa kepada bapa
siluet bayangnya,yang menyembunyikan airmata

   lonceng satu;maria,bersuara seperti ibu melahirkan
   lembut menggusur kelepak merpati menjauh
   lorong-lorong sepi bertambah merah karena petang
   leluasa rembang menjangkau dinding tebing itu gereja

di mana engkau mesti menunjukkan diri,sedungu-
dungunya mereka lebih bodoh engkau,yang bagi
mereka adalah monster,benarkah mereka yang-manusia?-
cinta gadis gipsimu,khayalan yang mesti dibakar berkali-kali

   getar api redup-terang di ujung sumbu lilin,
   lidah lonceng yang membentur untuk membunyi,
   tiada lagi kerinduan nyanyian tentang cinta
   sebab cinta dibawa manusia semanusianya,
   walau itu manusia,belum tentu memiliki hati

kebakaran merayap kotamu.tuanmu oh,ia yang tuan
mencari gadis gipsi berambut ombak legam
mata hitam serupa pekat malam dan bibir semerah apel ranum
ia telah menceburkan dirinya dalam goda wanita
membakar itu kota,yang dibangun oleh penghuni pertama

   bunyikanlah,sinyal menjauh untuknya dan kekasih
   sebab cinta adalah mata pisau yang menyayat hatimu
   engkau telah merelakan selinang tirta yang murni
   demi senyum yang terus menaung di bibir si gipsi

pertarungan adalah napas terakhir pangkal masalah
ia yang tuan,engkau budak buduk yang lapuk,
harus saling membunuh demi gadis satu di pelarian
tak ada yang menginginkan kebenaran untuk diketahui
yang begitu pahit dan tak sungguh ingin engkau tahu
lalu mengucurlah airmata itu,asin segaram laut nestapa

penderitaan adalah musik yang paling ironi
maka kututup layar kisahmu yang pilu
tanpa kebahagiaan yang berakhir
biar engkau menemukannya sendiri---


VAN GOGH

aku mau menghempaskan sunyi
dengan sepotong telinga
bila pagi membawa cahaya-cahaya
kicau burung-burung melewati hening
avres terbangun membuka halaman

dalam biji bunga matahari
kusimpan warna kuning sebuah vas
bulu-bulu semu kanvas,
jadi umbai merjan buatmu

bunga-bunga dan dua batang arus
kulit-kulit kerang berbunyi
dari sebuah wajah yang menangis
pohon-pohon cemara tertunduk
menampung sejuta bola embun

aku memikul kesunyianmu
tiap engkau tak berbicara
maka,kuinjak rahasia dengan sepatu
dan tak pernah kulukis wajahmu

2012




PENJUAL KEMBANG MAKAM

di mana engkau menemukan penghantar doa
di sini tempatnya.bunga warna menempelkan kata-kata
pada orang-orang tercinta;orang-orang yang tidur
dan tak lagi terbangun buat selamanya

tebarkanlah keringat yang kami cari
di tanah merah,tempat orang damai tanpa pertumpahan
dan engkau akan membawa bunga-bunga
bagi mereka;doa yang melayang mengetuk surga
bunga pertama,yang engkau rasa mirip kenanga

2012

BIODATA : Bagus Burham,lahir di Kudus,31 Agustus 1992.Antologi yang memuat sajaknya antara lain; Flows into The Sink into The Gutter(2012),Cinta dan Sungai-sungai Sepanjang Usia(LPM OBSESI STAIN PURWOKERTO,2013),Dari Sragen Memandang Indonesia(DKDS,2012) dan beberapa laiinya.Beberapa media massa yang memuat karyanya antara lain; Suara Merdeka,Batak Pos,Banten Raya,Mata Banua,Atjeh Post,Banjarmasin Post dan Kompas.com.Mahasiswa Universitas Muria Kudus FKIP PGSD.Koordinator komunitas jeNANG,Kudus.


Sabtu, 17 Agustus 2013

KULKAS MENANGKAP LAGU 30 DETIK MENUJU MARS


kamu benar ingin membawa segelas air dingin,
padahal di dalam jet,gravitasi meninggal
dan airmu akan tumpah memenuhi ruangan
astronot sangat menghiba jika ia telah sampai
di planet yang tak dapat menghasilkan cinta

bukankah video pendaratan amstrong ke bulan
adalah kebohongan belaka,jika angin berdenyar
dan bendera amerika bergelora di bulan,sungguh
ketololan yang bertahan sekian lama

aku ingin meletakkan kulkasku di sebuah dunia
yang masih murni tanpa kebohongan(seperti bulan)
tanpa kesaksian aneh tentang alien yang selalu gagal
menampakkan diri sebetul-betulnya
barangkali di sana akan menjelma sebuah dingin
yang memadamkan bara hati orang-orang
yang beranjak menuju planet itu;mars

dengan cinta dari sebuah musik

2013

Kamis, 15 Agustus 2013

DI BAWAH POHON ITU,DULU KITA TERSENYUM



: d

berapa dari kalian yang kembali,pada sebuah pantai
desir ombak memanggilmu dengan ingsut pasirnya
aku masih ingat perahu yang kita gunakan untuk
mengukur seberapa jauh kita bisa membawanya
meski dua dayung yang bodoh menjelaskan arah
sudah sangat membikin girang hati kita yang lulus
dari sebuah jenjang ilmu penuh kisah cinta

dan kamu,setahuku sudah begitu mengenal laut
tubuhmu yang gading putih dengan kacamata hitam
memberi foto untuk mengabadikan kita berdua
yang kandas setelah ini sebagai jarak-jarak
merentang nasib-nasibnya sendiri

kamu tersenyum mengingat kita yang bodoh
mengartikan ucapan-ucapan gagalku yang dulu
sempat ingin membagikan kerinduan maha besar
kepada jawaban darimu yang maha menolak
aku telah pasrah,meski angin sudah nikmat
mengirim lembut usapanmu padaku

aku yang memotretmu,diam-diam ingin kembali
di mana eksak masih sangat asyik menelurkan
jawaban-jawaban yang kita susun pada sebuah kursus
dan kecerewetan dirimu menafsirkan segala omongan
dengan baik kamu membawa kejutan-kejutan
tentang—bagaimana tubuh bisa begitu dimaknai
sebagai sesuatu yang maha diinginkan—

kusepuhkan ingatan-ingatan,kembali pada pohon
yang sangat baik menaungkan keberadaannya untuk
liburan selepas menanggalkan kegusaran ujian
dan kamu,dengan kacamata dan tingkah manja
memanggilku agar terjaga

2013