Koran Muria adalah koran lokal Kudus yang baru tahun ini terbit,semoga dapat dinikmati puis-puisi awal saya ini,terima kasih..Epapernya dapat ditemukan di : koranmuria.com
DI TENGAH ORANG SAKIT
tertidur.orang
sakit tidur berbantal harapan
mungkin,suatu
waktu dalam mimpi
mereka-mereka
menemukan sepotong
petunjuk atau
resep kebahagiaan
yang menjadikan
diri mereka sehat
dan bangun
fajarkala dengan senyum lebar
orang-orang
sakit memakai piyama kenangan
dahulu,hal-hal
apakah yang membikinya luka
tapi
keluarga,selalu bersetia dalam rengkuhan
ada saja tawa
mengenangkan kebiasaan jelek
yang menjadikan
mereka harus berbetah tidur
menjelma pasien
sebuah rumah
jika saja,ada
satu baris puisi yang dapat jadi pil
lalu dibacakan
lantang-lantang oleh mereka
dan hilanglah
sudah penyakit itu,
maka puisi,bisa
jadi kapsul kegembiraan
bukan kesedihan
para penyairnya
2013
LIRIKA AIRMATA
1/dengarlah
bunyi hujan menggigil sendiri
meraung-raung di lorong-lorong kegelapan,
mendengarkan mereka menari sendiri
runtuh teriakan-teriakan tenggelam di
kegelapan
sambut dari airmata pertamamu meluncur
sendiri
ruang penuh kalimat-kalimat kerinduan yang
gelap
tidur,tidurlah membenamkan mimpi-mimpi
sendiri
sementara kesedihan tetap mengujar meski kau
lelap
dalam gelap,engkau menghanyutkan kesunyian
sendiri.
2/akulah si papa
yang berjalan-jalan di matamu
tak pernah tersedekahi waktu;sedikit
getar jarum jam
merengek menarik gaun semesta ini,
supaya,sebekas belas bagi budak mencari
mula kata,
yang tak pernah dikatakan penyair manapun;
seranum wangi melati ganih fajar
kala,semegah
kelepak elang di luas udara,seaduh rajah
bagi pezina.
di kedua bola legam itu,mengedip tiap kali
angin pahit,
ditubrukan tangan nasib,kita sama-sama sepi
sebab engkau diam bagai arca penunggu
gapura,
dan aku cuma orang miskin tersuruk sisa kata-kata.
3/lima menit
dari turunnya air asin itu,dunia dipenuhi banjir.
nuh meratap di atas perahu menyaksikan kita
yang bodoh,
tak ada yang mempercayai orang tua dengan
perahu di
darat tandus;tak ada kebenaran untuk
diikuti
di tengah keburukan.maka,kita adalah patung
beku
;selalu tuli jika diberi tahu.perahu itu
berlayar
serapuh kertas lipat masa kecil.dari zaman
ke zaman
melewati rupa perang dan penindasan dari
apapun,
melahirkan air yang meleleh lewat ekor
mata.
April,2013
NOTRE DAME, DENTANG LONCENG-LONCENG
:quasimodo
dengarlah bunyi
lenguh paling aduh mirip getir
seamsal ratusan
petir yang menyambar
dan si bungkuk
tak punya cinta selain si gipsi
yang menari di
jalan kecil berlantai batu-batu mungil
kausayat hati itu dengan kesia-siaan,tiada
lagi
yang mencintai diri selain sendiri.sesepi
gemuruh
lonceng-lonceng yang engkau kasihi nama-nama
mirip beberapa gadis suci di kaki mesiah
dahulu
burung merpati
yang coba hinggap di lekuk licin lonceng
sebelum ia
terantuk pentung pembunyi,ia masih
menunggumu
menjatuhkan airmata kekalahan
disebatlah
engkau jadi kutuk paling lapuk
senja yang tiba
mengurungnya,karena sangkar gereja
adalah kehampaan
serupa lilin khidmat doa malam
atau perenungan
seorang pendosa kepada bapa
siluet
bayangnya,yang menyembunyikan airmata
lonceng satu;maria,bersuara seperti ibu
melahirkan
lembut menggusur kelepak merpati menjauh
lorong-lorong sepi bertambah merah karena
petang
leluasa rembang menjangkau dinding tebing
itu gereja
di mana engkau
mesti menunjukkan diri,sedungu-
dungunya mereka
lebih bodoh engkau,yang bagi
mereka adalah
monster,benarkah mereka yang-manusia?-
cinta gadis
gipsimu,khayalan yang mesti dibakar berkali-kali
getar api redup-terang di ujung sumbu lilin,
lidah lonceng yang membentur untuk membunyi,
tiada lagi kerinduan nyanyian tentang cinta
sebab cinta dibawa manusia semanusianya,
walau itu manusia,belum tentu memiliki hati
kebakaran
merayap kotamu.tuanmu oh,ia yang tuan
mencari gadis
gipsi berambut ombak legam
mata hitam
serupa pekat malam dan bibir semerah apel ranum
ia telah
menceburkan dirinya dalam goda wanita
membakar itu
kota,yang dibangun oleh penghuni pertama
bunyikanlah,sinyal menjauh untuknya dan
kekasih
sebab cinta adalah mata pisau yang menyayat
hatimu
engkau telah merelakan selinang tirta yang
murni
demi senyum yang terus menaung di bibir si
gipsi
pertarungan
adalah napas terakhir pangkal masalah
ia yang
tuan,engkau budak buduk yang lapuk,
harus saling
membunuh demi gadis satu di pelarian
tak ada yang
menginginkan kebenaran untuk diketahui
yang begitu
pahit dan tak sungguh ingin engkau tahu
lalu mengucurlah
airmata itu,asin segaram laut nestapa
penderitaan
adalah musik yang paling ironi
maka kututup
layar kisahmu yang pilu
tanpa
kebahagiaan yang berakhir
biar engkau
menemukannya sendiri---
VAN GOGH
aku mau
menghempaskan sunyi
dengan sepotong
telinga
bila pagi
membawa cahaya-cahaya
kicau
burung-burung melewati hening
avres terbangun
membuka halaman
dalam biji bunga
matahari
kusimpan warna
kuning sebuah vas
bulu-bulu semu
kanvas,
jadi umbai
merjan buatmu
bunga-bunga dan
dua batang arus
kulit-kulit
kerang berbunyi
dari sebuah
wajah yang menangis
pohon-pohon
cemara tertunduk
menampung sejuta
bola embun
aku memikul
kesunyianmu
tiap engkau tak
berbicara
maka,kuinjak
rahasia dengan sepatu
dan tak pernah
kulukis wajahmu
2012
PENJUAL KEMBANG MAKAM
di mana engkau
menemukan penghantar doa
di sini
tempatnya.bunga warna menempelkan kata-kata
pada orang-orang
tercinta;orang-orang yang tidur
dan tak lagi
terbangun buat selamanya
tebarkanlah
keringat yang kami cari
di tanah
merah,tempat orang damai tanpa pertumpahan
dan engkau akan
membawa bunga-bunga
bagi mereka;doa
yang melayang mengetuk surga
bunga
pertama,yang engkau rasa mirip kenanga
2012
BIODATA : Bagus Burham,lahir di Kudus,31
Agustus 1992.Antologi yang memuat sajaknya antara lain; Flows into The Sink
into The Gutter(2012),Cinta dan Sungai-sungai Sepanjang Usia(LPM OBSESI STAIN
PURWOKERTO,2013),Dari Sragen Memandang Indonesia(DKDS,2012) dan beberapa
laiinya.Beberapa media massa yang memuat karyanya antara lain; Suara Merdeka,Batak Pos,Banten Raya,Mata
Banua,Atjeh Post,Banjarmasin Post dan
Kompas.com.Mahasiswa Universitas Muria Kudus FKIP PGSD.Koordinator
komunitas jeNANG,Kudus.