aku ranting akasia terpelanting ke tubuh sucimu.yang berisi adalah kosong
sementara kekosongan selalu berisi.aku mengunyah kulit udara dan serkah ke
pangkuanmu semut-semut merayap padakau dari lebar tanganku menjembatani
diriku-dirimu oleh semut-semut.barangkali kematian sejengkal tanah yang
menidurkan tubuhku,adalah benih tumbuh tersurat ke dalam aku yang memecut
keperkasaan menjamah sekian udara dari nasib bulan-bulan.
langit biru masih bermimpi kemarau panjang,melecut tubuhku garing oleh
terpaan matari.engkau doa-doa melayang yang jatuh di bawah pohon,menemukan
secercah keyakinan
melarung mangkuk ke sungai dan bersumpah ini benar adanya.aku bukanlah bodh
gaya tetapi setiap pohon adalah keberkahan yang ditujukan pada tubuhmu untuk
istirah
meyakinkan bahwa kehidupan dan kematian secepat rontok daun-daun dan
tumbuhnya pohon baru.
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar