bercabang-cabang aku menghirup lampu kelasmu.kali-kali panjang di udara siang menyengat bagai antup yang engkau benci.kita adalah osmosis saling bertukar pada tinggi-rendah;kecil-besar;keras-lunak.mencoba mengerti keadaan lapar begini.
aku menelan nafasmu tersangkut dalam trakea padahal paru-paru yang hampa ingin menusukkan ruangnya pada oksigenmu.sementara udara suplementer keluar satu liter.aku tak bisa menyusupmulebih dalam.kembang kempis dadaku tertusuk sewindu.
mungkin kita susunan atmosfir yang keluar dari langit tak sudi menampung-terapung.aku mengembung mengunyah sepuluh jarimu.waktu kau hampir tunjuk bintang-bintang di lukisan van gogh.kemudian kita melolong oleh penyakit tak bermusabab.berkali-kali.
hingga kelaparan menyaruk tahinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar