neraka di dalam mataku,mata iguana kering
pasir menghisap tubuh tegakku dan matahari
akhirnya sombong memuntahkan panas,
adalah sorga yang dipenuhi api prasangka
malaikat-malaikat.sedikit cinta dan garam cambuk
sebotol air mineral akan jadi kolam renang
dalam kekeringan yang melandaku
seorang resi tua,yang pernah kau lihat
membawa poci retak ke jalan-jalan sunyi
adalah orang buta pengamen di panggungmu
sekali waktu,dua –tiga sajak terlampaui
dan orang-orang menyebutnya doa
tapi,yang menjerit di kedalaman hatinya
adalah perempuan
burham berlayar ke
bulan bersama armstrong
kecurangannya
diketahui,hingga berabad-abad
ketika ia mati
diludahi bocah-bocah pemancing bulan
yang meledak dalam
pesta cahaya
adalah perempuan
FRAGMEN
engkaulah iguana kering yang mencakar tangan santo
ketika ia ingin minum segelas bir di bar catarino
sebuah cerita,tiga belas cermin,tiga ekor iguana
dan segelas bir menjamak jadi arogan supir bus
yang menghantarku ke perjalanan di panggung sajak
sewujud anak kemarin sastra.rumah-rumah kusam
tanpa jendela,tanpa lantai keramik,hanya tanah
tempat kau meludah dan dulu waktu kecil
bermain bersama teman-temanmu dengan botol vodka
kini,setelah kau jadi tersangka,botol vodkamu berjamur
seperti gelas gipsi satu abad yang ditempati gigi palsu
seorang santo tanpa tuhan berjalan dan mencatat cerita di
oran
aku iguana dari kekeringanmu menetaskan lidah panjang
tanpa awal cerita namun purnama menerbangkanku
dengan karpet aladin dan mantra gaib seorang jin
akulah kematian,malaikat kematianmu!
serampangan sekali, kau Gus. :D
BalasHapusmemang dimaksudkan begitu mas,haha...
BalasHapus