gerimis mengundang wortel untuk berteduh
di bawah kaki-kaki.kubis di antar dari
desa
dan bis berteriak kencang memarkir
rodanya
seruan-seruan tukang becak menawarkan
pulang
aku ingin betah di sini,menjadi patung
bagi hujan
dengan menatap seluruh pekerjaan
sayur-mayur
aku takut ibu tidak akan kembali lagi
karena berbagai sayur dan buah murah
yang dijajakan
lalu bulankupun hilang kembali.dan aku
menjadi-
jadi sendiri lagi.barisan kata-kata yang
akan kurajut
kemudian hari,menumpuk di pikiran sibuk
begini
beserta keramaian pasar kita,adalah riuh
bunyi
dari kota yang telah bangun
menjelajahi seisi daerahmu,mataku
disadarkan
bahwa yang membentuk jiwa kota-kota
adalah langkah-langkah pedagang
menyerukan
bahan-bahan yang menghidupi perut kita;
kita berbahagia dalam kecukupan mereka
menghantar sawi-sawi dan wangi seledri
ke haribaan kami,ibu bahagia aku bisa
bangun pagi
seperti kemarin-kemarin yang tidak ada
lagi
orang-orang berlari memanggul
keringatnya
untuk ditumpahkan dalam marak yang
ditebar
di kakinya,kepada kita yang ingin
membeli
--sebuah gerimis mengkhidmati
seluruhnya--
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar