ia terus mencari masa depan di langit
yang itu
sehabis kemarin jatuh,coba ia bangkit
pelahan
seperti yang dilakukan anak-anak burung
pertama mendarat di angin dan berkepak,
harapan-harapan tumbuh dari benak
ke mana pandangan jauh ini akan terus
putih menggantung dirinya.tahun-tahun
lepas dan lenyap dari hidup,ia mau
berlama-lama
di sana.menelusuri tiap tanda.mungkin,
bila datang masanya,ada yang jatuh
tiba-tiba
memenuhi ia.menjelma kebahagiaan sisa
usia
“waktu mendekapku,aku tidak lagi
berpercaya
apapun yang ia katakan.sesungguhnya semua
tak lebihdari sandiwara.tetap saja,aku digerus-
ditiadakan.meskiaku mencoba lupa
akannya”
langit itu takkan membalas pandangannya
mahalebar dirinya menimbulkan hujan
menutupi apapun dari semua tatapan
langit itu buta,langit yang berpendar
dari awal
sampai kita masih di sini,adalah buta
dan alasan-alasannya,tidak bisa kita
terima
ia hanya satu dari semua pandangan pada
langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar