Kamis, 27 Februari 2014

MENATAP LANGIT TUA



ia terus mencari masa depan di langit yang itu
sehabis kemarin jatuh,coba ia bangkit pelahan
seperti yang dilakukan anak-anak burung
pertama mendarat di angin dan berkepak,
harapan-harapan tumbuh dari benak

ke mana pandangan jauh ini akan terus
putih menggantung dirinya.tahun-tahun
lepas dan lenyap dari hidup,ia mau berlama-lama
di sana.menelusuri tiap tanda.mungkin,
bila datang masanya,ada yang jatuh tiba-tiba
memenuhi ia.menjelma kebahagiaan sisa usia

“waktu mendekapku,aku tidak lagi berpercaya
apapun yang ia katakan.sesungguhnya semua
tak lebihdari sandiwara.tetap saja,aku digerus-
ditiadakan.meskiaku mencoba lupa akannya”

langit itu takkan membalas pandangannya
mahalebar dirinya menimbulkan hujan
menutupi apapun dari semua tatapan
langit itu buta,langit yang berpendar dari awal
sampai kita masih di sini,adalah buta
dan alasan-alasannya,tidak bisa kita terima

ia hanya satu dari semua pandangan pada langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar