Nocturno
bintang
tak ada malam ini,kembalilah kunang-kunang,
menemui
semak yang remang,bertombak cahaya
di
relung-relung tak berterang,palung paling gulita
jika
malam ini,gerimis membawa semacam tanda:
pura-pura
rumput menari dalam kesedihan kemarau
rimis
gerimis,serupa undangan kereta dari rel-rel
yang
membawa segudang musik dan sedepa partitur
meracik
hujan dalam-dalam.arus menggelombang
memperbincangkan
wajah gemawan yang murung
cahaya-cahaya
menyilang warna dalam riak
berkubang,berhentilah
dan berkumpul di sebuah lubang
sementara
orang-orang menunggumu pulang,
disekap
waktu yang terlalu.menghentikan ini malam
2013
Di Kotamu
aku
ingin mengejar langkah yang belum kutebus
kebersamaan
yang belum ditepati
karena
janji adalah hutang yang menjerit-jerit
di
kotamu,ada sudut tempat remaja
mengisahkan
setiap kata-kata puitisnya
kita
sungguh menyukai kesepian memandangi
jalan,duduk
berjam-jam menyaksikan keramaian
tanpa
kata-kata cuma sedikit mukadimah
mula
pertama sebelum tenggelam dalam suasana
aku
ingin membayarnya,waktu yang hilang
karena
jarak begitu kurang ajar
dan
perpisahan yang santun
di
kotamu,kembang mekar dari hari ke hari
tak
dapat aku sesap ranumnya
padahal
telah kuasah sengat jantanku
2013
Tahun-tahun
Lepas
dari
tanganku mengelupas kamu
seraya
amin panjang mendoakan
bertubi-tubi
aku memasuki relungmu
sebagai
hari-hari yang selalu berganti;
detik-detik
yang menetas berjuta-juta
karena
ingin menggapai ketiadaan
kamu
seakan berbicara,kepada cuaca,
musim-musim
berganti dari tubuh
dan
jatuh setiap ingin angin rengkuh
melepas
penuaan menjelma tiada
aku
terus berputar-putar
pada
almanak yang kamu susun
di
pundak januari hingga desember
kadang,aku
mengingat kemudaanmu
kenangan
merambat-rambat lemah
jika
kepikunan tidak mendatangiku
dan
membisikkan kalimat
yang
santun,bertanya,
‘kamu
yang keberapa,sehingga
singgah
menjadi peristiwa?’
2013
Band
--Foster
The People
sore
hari yang penuh.aku berjalan dan memandang dirimu
keluar
dari pecahan demi pecahan gelas-gelas di kafe
dan
menjalar jadi angan-anganku menuju telaga paling sunyi
menjulur
temali kasar untuk menceburkan tubuhku
kedalam
keramaian yang ganjil dengan orang-orang
hibuk
memanggul tanda tanya,tanda seru dan kalimat-kalimat
aneh
seperti umpatan dan serapah yang tak jelas.
aku
bersiul di antara mereka.barangkali kegusaranku mereda
jam
weker terus berdengung memutar jarum-jarum waktu
hendak
mengingatkanku tentang hari mulai ingsut
dan terbenam
segera
aku mesti lari mengikuti perintah-perintah yang berulang
berhari-hari
selalu sama
aku
penuh.dirimu setengah.kita bergenggaman tangan
dengan
banyak nada-nada yang sulit ditenangkan.kutimba
separuh
jawaban yang datang dari penjelasan-penjelasan
ke
akalmu.ke akalku.dan catatan yang kita bakar,semakin
irasional.bersudilah
kamu memainkan satu lagu fanatik
ke
dirimu.jauh ke dalam dirimu.ada paham yang kumasuki
sebenarnya
hanya akulah yang benar-benar mengerjakan
seluruh
keasingan ini dengan syukur dan pelan-pelan
agar
kita menjadi pecahan-pecahan yang menyerpih
di
segala perputaran dan bertemu lagi dalam musik
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar