Rabu, 06 November 2013

Pos Bali,3 November 2013



Nocturno

bintang tak ada malam ini,kembalilah kunang-kunang,
menemui semak yang remang,bertombak cahaya
di relung-relung tak berterang,palung paling gulita
jika malam ini,gerimis membawa semacam tanda:
pura-pura rumput menari dalam kesedihan kemarau

rimis gerimis,serupa undangan kereta dari rel-rel
yang membawa segudang musik dan sedepa partitur
meracik hujan dalam-dalam.arus menggelombang
memperbincangkan wajah gemawan yang murung

cahaya-cahaya menyilang warna dalam riak
berkubang,berhentilah dan berkumpul di sebuah lubang
sementara orang-orang menunggumu pulang,
disekap waktu yang terlalu.menghentikan ini malam

2013

Di Kotamu

aku ingin mengejar langkah yang belum kutebus
kebersamaan yang belum ditepati
karena janji adalah hutang yang menjerit-jerit
di kotamu,ada sudut tempat remaja
mengisahkan setiap kata-kata puitisnya

kita sungguh menyukai kesepian memandangi
jalan,duduk berjam-jam menyaksikan keramaian
tanpa kata-kata cuma sedikit mukadimah
mula pertama sebelum tenggelam dalam suasana

aku ingin membayarnya,waktu yang hilang
karena jarak begitu kurang ajar
dan perpisahan yang santun
di kotamu,kembang mekar dari hari ke hari
tak dapat aku sesap ranumnya
padahal telah kuasah sengat jantanku

2013

Tahun-tahun Lepas

dari tanganku mengelupas kamu
seraya amin panjang mendoakan
bertubi-tubi aku memasuki relungmu
sebagai hari-hari yang selalu berganti;
detik-detik yang menetas berjuta-juta
karena ingin menggapai ketiadaan

kamu seakan berbicara,kepada cuaca,
musim-musim berganti dari tubuh
dan jatuh setiap ingin angin rengkuh
melepas penuaan menjelma tiada
aku terus berputar-putar
pada almanak yang kamu susun
di pundak januari hingga desember

kadang,aku mengingat kemudaanmu
kenangan merambat-rambat lemah
jika kepikunan tidak mendatangiku
dan membisikkan kalimat
yang santun,bertanya,
‘kamu yang keberapa,sehingga
singgah menjadi peristiwa?’

2013

Band
--Foster The People

sore hari yang penuh.aku berjalan dan memandang dirimu
keluar dari pecahan demi pecahan gelas-gelas di kafe
dan menjalar jadi angan-anganku menuju telaga paling sunyi
menjulur temali kasar untuk menceburkan tubuhku
kedalam keramaian yang ganjil dengan orang-orang
hibuk memanggul tanda tanya,tanda seru dan kalimat-kalimat
aneh seperti umpatan dan serapah yang tak jelas.

aku bersiul di antara mereka.barangkali kegusaranku mereda
jam weker terus berdengung memutar jarum-jarum waktu
hendak mengingatkanku tentang hari  mulai ingsut dan terbenam
segera aku mesti lari mengikuti perintah-perintah yang berulang
berhari-hari selalu sama

aku penuh.dirimu setengah.kita bergenggaman tangan
dengan banyak nada-nada yang sulit ditenangkan.kutimba
separuh jawaban yang datang dari penjelasan-penjelasan
ke akalmu.ke akalku.dan catatan yang kita bakar,semakin
irasional.bersudilah kamu memainkan satu lagu fanatik

ke dirimu.jauh ke dalam dirimu.ada paham yang kumasuki
sebenarnya hanya akulah yang benar-benar mengerjakan
seluruh keasingan ini dengan syukur dan pelan-pelan
agar kita menjadi pecahan-pecahan yang menyerpih
di segala perputaran dan bertemu lagi dalam musik

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar