:a
barisan
cemara bersidekap sekian abad
kami
datang,menunaikan keinginan mesra
piknik
anak-anak yang beranjak dewasa
meninggalkan
kota mencari tempat terbuka
yang
bagi mereka,adalah rumah pulang kedua
pada
hari-hari sibuk dan menjengkelkan
“di
kajar,kita temukan wangi jagung terbakar”
kamu
ingin foto di samping sepeda sama si kuncung;
patung
bocah yang tersenyum membawa ranting
dari
gunung.kamu menggapai tangan-tangan
yang
sudah kita kenali sebagai kehidupan bersahabat
dari
dahan-dahan pohon meneteskan embun
meski
matahari telah melipat fajar
“di
kajar,kita amini reuni bagi kasih bertumbuh”
berjalan
di punggung pohon-pohon
angin
melepas kerinduannya,ke tubuh kita
seraya
desir pucuk-pucuk daun,bergoyang lembut
aku
memejam sebentar.mengapung di keluasan
di kampung
dingin itu,tikar bambu yang kita lembarkan
serta
kebahagiaan luas.sepanjang kecil bukit demi bukit
langit
biru menyertai langkahku.setelah kelok cakrawala
beruban
dan menua jadi senja minggu yang khidmat
menerobos
binar-binar matamu,suara waktu menyeru:
“kajar
adalah kita,cintaku!”
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar