Rabu, 06 November 2013

Kajar



:a

barisan cemara bersidekap sekian abad
kami datang,menunaikan keinginan mesra
piknik anak-anak yang beranjak dewasa
meninggalkan kota mencari tempat terbuka
yang bagi mereka,adalah rumah pulang kedua
pada hari-hari sibuk dan menjengkelkan

“di kajar,kita temukan wangi jagung terbakar”

kamu ingin foto di samping sepeda sama si kuncung;
patung bocah yang tersenyum membawa ranting
dari gunung.kamu menggapai tangan-tangan
yang sudah kita kenali sebagai kehidupan bersahabat
dari dahan-dahan pohon meneteskan embun
meski matahari telah melipat fajar

“di kajar,kita amini reuni bagi kasih bertumbuh”

berjalan di punggung pohon-pohon
angin melepas kerinduannya,ke tubuh kita
seraya desir pucuk-pucuk daun,bergoyang lembut
aku memejam sebentar.mengapung di keluasan

di kampung dingin itu,tikar bambu yang kita lembarkan
serta kebahagiaan luas.sepanjang kecil bukit demi bukit
langit biru menyertai langkahku.setelah kelok cakrawala
beruban dan menua jadi senja minggu yang khidmat
menerobos binar-binar matamu,suara waktu menyeru:

“kajar adalah kita,cintaku!”

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar