SOLITUDE
ialah
pejam demi pejam tiap kekalahan sebentar-sebentar
menginginkan
sesuatu dari kegelapan.namun waktu tak dapat
dibalik
kembali.ia tidak lagi dikenali karena penglihatan
telah silau
oleh perubahan tiba-tiba dunia.tahun-tahun
bergerak meninggalkan
orang-orang di dalam mata ini
seperti
kamu enggan mengingatkan kembali apa itu masa depan
yang
sesungguhnya cuma bisa digambar oleh tuhan
pejalan
larut malam itu meninggalkan semuanya
ia ingin tuli
setuli-tulinya supaya tiap kalimat tajam
mengiris
gendang telinga bisa ia artikan sebagai tidak ada
ia ingin
tiap kalimat tajam yang mengiris di gendang suara
menjadi
tidak ada sebab segalanya terlalu meminggirkannya
dan
menjelma nonsens.ia mau semua kata-kata tentang
kehidupan
penuh kebohongan itu menguap karena
tak
mendengarnya.ia mengambang bagai hujan sebelum
dijatuhkan
nasib.dan dunia menelan semua terlalu cepat
barangkali
bahasa hanya mengungkapkan segala kesahnya
dan
meninggalkan semua masalah tentang rotasi yang berjalan
membuatnya
tua dari hari ke hari.ia ingin berlari dari kesibukan
yang tidak
ada apa-apa selain menjadi nyata.yang menjadi apa-apa
adalah
nyata meski tidak ada.tetapi ia bukan kata-kata yang
menakwilkan
maksudnya,ia sendiri alpa di mana meletakkan
ini-itu
sebab ia pingin cepat-cepat bingkas.masuk. walau harus
terus
menerus berpura-pura gembira

