ANGIN
pada angin yang berhawa dingin
di asal suara gaung bertalu ujung
seorang saputangan tinggal di tanjung
membawa airmata,bekas selamat tinggal
kepada lelaki yang senoktah di kapal
pada angin yang bergelontoran
menempelkan hiasan di daun-daun hijau
mendekap alamat yang masih menyimpul
dalam tiap-tiap goyangan batang dahan
angin yang membawa kata-suara
merambatlah untuk satu yang masih ditunggu
di tanjung,segala temu belum kunjung
di tanjung,rindu kerap membunuh waktu
ODE DAUN JATI
kami
mesti bangun pagi-pagi
dengan
wudhu embun
yang
di sisakan malam,
memastikan
apakah kami,
masih
menempel di tangan dahan
ataukah
tanpa sadar,
kami
terkapar
di
tanah yang keras dan kasar
kami
perlu mengetahui
apa
kami masih wangi
atau
kering menggugur diri
tercampak
sendiri.
dicabut
musim yang terik
karena
kami akan digunakan,
untuk
menyelapik
daging
hewan di pasar
MARIONETTE BERGERAK
ketika telah muncul rembulan
bulat
kabut menguap dari balik lidah
waktu
kusir-kusir tak berkepala
melintas jalan,
kami bawa tarian gelanggang
gulita
di remang-remang etalase toko
tak ada yang melihat,jika tuhan
tidak tidur
“di mana engkau bawa
tanganku.kemarin
terlepas dan tak ditemukan si
pemahat”
“ yang lain melempar mata kita
pada seekor kucing,
kucing anggora gemuk yang malas
bergerak”
warna waktu mirip sinar lilin
terang,nyalang dalam kesuraman
dan tahun-tahun tetap berganti
mereka terus-menerus menari
SERENADA CINTA
telah kusiapkan sajak ini jauh-jauh hari bagimu
ketika ribuan rintik hujan menjatuhkan daksanya
ke isi kota di bulan oktober untuk yang pertama
dan anginan meluruhi peputik bunga mangga
yang terjatuh pula daun-daun wanginya
di bulan yang tertutup awan-awan malam
serta bau tanah yang menyampur dengan hujan
aku beri engkau sekuntum kata dari taman bunga
memerbak di penghujung musim yang akan dingin
kurangkai satu demi satu dari ulu hatiku
di oktober,kata dan taman bebunga
maukah engkau jadi kekasihku?
bagus, mas.
BalasHapusTerima kasih Pujiannya,Kawan.salam sejahtera...
BalasHapus