dalam
sajak aku menyebutmu
diam-diam
udara menyampai
tak
begitu maksud pesan itu.
menarilah,sementara
musim
bergerak
meninggalkan tahun
gerimis
alpa terus turun
menarilah,karena
bakal degup
jantung
menyala sebab kamu.
di
altar selaksa lilin yang entah
kubisikkan
kebisuan doa:
-tuhan,dara
kecil bertandang,
berkelepak
nuju sangkar hatiku
karena
janji tak dijanjikan
hanya
bisu terucap di mata
menyanyilah,sehabis
gugur
daun
pertama,bunga raya
di
ringkih ranting hatiku
dalam
jinak dan ketiadaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar