Rabu, 26 Juni 2013

Serenada

entah kapan aku menemukan cahaya bulan
bintang-bintang nampak meski langit mendung
lolong anjing yang lapar menggarit telinga
atau kemunculan percintaan beberapa tokoh
romeo-juliet,sampek-engtay,mendut-pronocitro
melepaskan jerit-jerit keagungan kasih
yang rindu satu sama lain walau terpendam
dalam--

menelusuri garis malam burung-burung sunyi
bersahut di lindap pohon,daun-daun kapuk
gugur,angin selatan berkibar menggeseki
dan entah kapan aku menemui lagi rembulan
bintang-bintang tampak di dalam kelam

kesepian membakar dalam hidup yang merdeka
sepisau tajam karena mata aku luka digariti
digurati beberapa potongan-potongan
wajahmu yang selalu menertawakanku
untuk setiap kebodohan yang kubelah
dalam tajam tumpul kata-kataku

entah kapan,kapan datang waktu
yang benar-benar menggusurmu
seperti ingsut pasir sebab angin
dan mengubur bangkai camar
di tepi pantai



Tidak ada komentar:

Posting Komentar