Selembar Foto
di sanalah
bibirku sujud begitu runtuh
semacam
ajakan,menarik tanganku
kuat-kuat,belenggu
paling nikmat
melepaskan
kecemasan jantung
yang
berdegup kencang tiap kali
aku berada
di dekatmu
hari-hariku
kaujadikan begitu riuh
di
situ,tepat kedua lebat alismu
ada warna
langit yang tinggal
setelah
tanggal dari waktu malam
tapi
bintang-bintang itu,kekasih
tetap kedua
sorot matamu
dalam hujan
cahaya penuh kecintaan
ijinkan
harum rambutmu tinggal lama
di sebuah
ingatan tentang piknik
yang
sekali-kali direncanakan tapi batal
karena cuaca
jadi pemarah dan cemburu
sebab hari
sabtu atau minggu selalu sibuk
mengatur
keluarga yang ingin membenarkan
kebahagiaan
di rumah-rumah ayah-ibu
aku ingin
mengajakmu di taman hijau itu
tepat dengan
bangku kosong yang memanggil
kita bisa
membicarakan tentang buku
yang mungkin
tak pernah kau suka;
atau rencana
bepergian ke tempat nyaman
yang selalu
kau suka
jendela
menangkap wajahmu,di gambar
dengan
senyum dan rambut panjang
padahal
engkau tak ada,tapi selalu ada.
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar