langit,langit bukan pula engkau mengernyit
meluapkan guntur bila mendung sedih
mencairkan cerah jikalau kebahagiaan bagai musik
kemana kami mesti berteduh dari gerimis tangismu?
tapi kami tak butuh payung untuk kegembiraan
airmata adalah bahasa paling menyedihkan yang bisu
engkau berubah-ubah warna tergantung suasana
apakah pagi selalu putih selembut katun
dan malam memang menyembunyikan rahasia ?
kami itu terlalu bodoh,ajari kami cara mencurahkan kata
meski tidak ada suaranya,walau hati tak memendamnya
bagaimana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar